Suara.com - Setelah pengampunan diberikan kepada Hasto Kristiyanto dan abolisi untuk Tom Lembong, isu amnesti politik kembali memanas.
Kini, muncul kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan gelombang kedua amnesti massal yang menyasar mereka yang disebut sebagai korban kriminalisasi politik di era pemerintahan Jokowi.
Wacana ini mencuat setelah aktivis Syahganda Nainggolan mengungkap bahwa ia telah menyerahkan daftar 210 nama kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Daftar tersebut, menurutnya, berisi individu-individu yang selama ini terjerat kasus hukum bernuansa politik dan layak mendapat pengampunan, baik berupa amnesti, abolisi, maupun rehabilitasi.
“Saya kirim ke Pak Dasco tadi. Mudah-mudahan bisa tambah lagi supaya ini juga dapat amnesti atau abolisi, atau apapun namanya,” ungkap Syahganda dalam wawancara di kanal YouTube milik Bambang Widjojanto.
Deretan Nama-nama Lama yang Kembali Muncul
Syahganda menyebut sejumlah nama yang pernah menjadi sorotan publik dalam kasus politik dan makar. Di antaranya ada, yakni Jumhur Hidayat, yang hingga kini masih berjuang di Mahkamah Agung
Selain itu, Eggi Sudjana, tokoh yang terus bergulat dengan tuduhan makar
Lalu disebut Lieus Sungkharisma, yang pernah dikriminalisasi karena membela Prabowo saat Pilpres 2019
Baca Juga: Bocor Daftar 210 Nama Korban Politik Jokowi,Target Amnesti Massal Jelang 17 Agustus
Terakhir ada nama Kivlan Zen purnawirawan jenderal yang terseret kasus kepemilikan senjata ilegal, yang juga bakal menerima amnesti dari presiden Prabowo.
Tak hanya itu, Syahganda juga menyinggung tragedi Kilometer 50, peristiwa penembakan enam anggota laskar FPI oleh aparat kepolisian yang hingga kini masih menyisakan luka dan kontroversi di tengah masyarakat.
Ia menyebut kasus itu satu klaster dengan nama besar seperti Habib Rizieq Shihab, yang disebut-sebut masuk dalam daftar 210 tokoh tersebut.
Narasi Persatuan di Balik Pengampunan Politik
Menurut Syahganda, dorongan amnesti massal ini bukan hanya soal membebaskan individu dari jeratan hukum, tetapi bagian dari upaya membangun narasi persatuan nasional.
Ia menilai, langkah ini bisa menjadi titik balik hubungan antara pemerintah dan elemen-elemen masyarakat yang selama ini dianggap berseberangan secara ideologis.
Tag
Berita Terkait
-
Bocor Daftar 210 Nama Korban Politik Jokowi,Target Amnesti Massal Jelang 17 Agustus
-
Syahganda Klaim Prabowo Siapkan Grasi untuk 210 Korban Politik
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
-
Apa Jabatan Terakhir Fachrul Razi Sebelum Jadi Wakil Panglima TNI?
-
Sengketa Ambalat: Malaysia Ubah Nama Laut, Indonesia 'Pamer' Rudal Balistik di Perbatasan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia