Suara.com - Proses seleksi calon anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) periode 2026-2031 yang tengah berlangsung menjadi sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat sipil.
Kekhawatiran akan kurangnya transparansi, partisipasi publik yang minim, hingga potensi adanya calon titipan mengemuka dalam diskusi publik yang digelar secara daring.
Para aktivis menyuarakan pentingnya integritas dan rekam jejak yang bersih bagi para calon pimpinan lembaga pengawas pelayanan publik ini.
Dalam diskusi tersebut, terungkap sejumlah persoalan yang dinilai dapat mencederai kualitas seleksi dan pada akhirnya, kinerja Ombudsman ke depan.
Salah satu isu yang diangkat adalah dugaan ketidakberesan dalam proses pengadaan barang dan jasa di internal Ombudsman, seperti pengadaan seragam yang dinilai janggal karena nilainya yang sangat besar namun tidak tercatat dengan baik.
Seorang Koalisi Perempuan untuk Keadilan dan Hak Asasi Manusia (KOPEL) Jabodetabek, Susana, membagikan pengalamannya saat berinteraksi dengan Ombudsman.
Ia menyoroti proses kerja sama yang alot dan tindak lanjut yang lambat atas surat-menyurat yang dilayangkan.
"Prosesnya sangat panjang dan mereka juga follow up-nya juga lama seperti itu," ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Pengalaman serupa juga diungkapkan oleh perwakilan dari koalisi masyarakat sipil, Agus. Menurutnya, respons Ombudsman terhadap laporan masyarakat seringkali tidak tuntas dan terkesan saling lempar tanggung jawab.
Baca Juga: Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong: 'Pembunuh' Keadilan di Indonesia?
"Mereka rata-rata seperti melempar bola gitu, tidak pernah kami tidak bisa bertemu langsung dengan mereka face to face seperti itu," keluhnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Agus Sarwono dari Transparency International Indonesia (TII) menekankan pentingnya peran serta publik dalam mengawal proses seleksi ini.
Menurutnya, panitia seleksi (pansel) harus membuka seluas-luasnya informasi mengenai rekam jejak para calon agar masyarakat dapat memberikan masukan yang konstruktif.
"Pansel harus membuka informasi yang luas gitu ya, terkait dengan para pelamar," tegasnya.
Agus juga menyoroti perlunya kriteria yang jelas dan terukur dalam menilai para calon, terutama terkait integritas dan komitmen anti-korupsi.
"Memastikan bahwa calon pimpinan Ombudsman ini punya integritas yang sangat mumpuni begitu ya, dan juga dalam cara pandangnya itu kemudian punya kepekaan terhadap isu-isu sosial, isu-isu lingkungan dan juga isu-isu hak asasi manusia," paparnya.
Berita Terkait
-
Mendagri & Ketua KPK Bahas Penguatan Pendidikan Antikorupsi serta Transparansi Pelayanan Publik
-
Ombudsman Pantau Distribusi LPG Subsidi, Pertamina Fokus pada Akurasi dan Ketepatan Sasaran
-
Pertamina Patra Niaga Dapat Apresiasi Ombudsman atas Kepatuhan Distribusi LPG di Pangkalan
-
4 Bahaya di Balik Wacana Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong Menurut Koalisi Sipil
-
Aksi Tolak RKUHAP di Gerbang Pancasila DPR
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam