Suara.com - Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, menilai Pemprov DKI harus berhati-hati dalam rencana pelibatan pihak swasta untuk mengelola Jakarta International Stadium (JIS).
Menurut dia, pembangunan stadion megah itu tidak bisa dilepaskan dari fakta bahwa proyek tersebut dibiayai lewat utang, yang kini menjadi beban APBD.
"Perlu diingat bahwa pembangunan JIS dibiayai oleh utang PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional)," kata Justin kepada Suara.com, Jumat (8/8/2025).
Ia menyebut total sisa utang PEN yang ditanggung Pemprov DKI hingga 2025 masih mencapai sekitar Rp3,5 triliun. Meski tidak dirinci secara spesifik untuk masing-masing proyek, Justin menegaskan JIS termasuk salah satu proyek yang dibiayai dari dana tersebut.
“Berdasarkan Lampiran Perda APBD TA 2025, tercatat sisa utang PEN mencapai Rp3,5 triliun, terdiri dari sisa pokok dan bunga pinjaman. Di dalamnya termasuk pembiayaan proyek JIS, namun tidak disebutkan secara eksplisit berapa porsi yang dialokasikan khusus untuk JIS,” jelasnya.
Ia mengatakan, Fraksi PSI terbuka terhadap opsi pelibatan pihak lain dalam pengelolaan JIS, selama tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Menurut dia, hal itu justru dapat menjadi solusi untuk meringankan beban Jakpro yang terus mencatatkan kerugian setiap tahun.
“Faktanya, beban operasional dan depresiasi JIS mencapai sekitar Rp200 miliar per tahun. Ini berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan Jakpro, yang sejak 2020 terus mencatatkan laba negatif. Terakhir di 2024, rugi Rp518 miliar,” beber Justin.
Atas dasar itu, Justin mengingatkan agar Pemprov tidak serta-merta menyerahkan pengelolaan JIS ke swasta tanpa perhitungan yang jelas. Menurutnya, uang rakyat yang digunakan membangun JIS harus dibayar dengan kontribusi nyata kepada keuangan daerah.
Baca Juga: Dari Perserikatan ke BRI Super League: Era Baru dan Sejarah Para Juaranya
“Jangan sampai JIS dibangun dengan uang masyarakat tapi diserahkan begitu saja ke swasta tanpa adanya timbal balik,” tegas Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta itu.
Ia menyebut, jika JIS akan dikelola secara komersial oleh pihak swasta, maka harus ada kontribusi balik yang bisa dirasakan oleh masyarakat Jakarta. Misalnya berupa pendapatan daerah atau pengembalian investasi publik.
“Kalau mau dikelola oleh swasta untuk keuntungan dan berbentuk komersil, maka harus urunan juga menggantikan pajaknya masyarakat,” kata Justin.
Namun, ia menegaskan bahwa keterlibatan swasta tidak boleh mengorbankan kepentingan publik, termasuk janji Gubernur Pramono Anung yang menyebut JIS akan tetap menjadi kandang utama Persija Jakarta.
“Yang bayar pembangunan JIS itu keringat masyarakat Jakarta. Maka harus tetap ada manfaat ekonominya buat mereka,” pungkas Justin.
Diminati Swasta
Berita Terkait
-
Kilas Balik Kejayaan PSSI Pasca Proklamasi: Andi Ramang Bungkam China di Ikada
-
JakMania Blak-blakan Tolak JIS jadi Kandang Timnas: Gak Ideal!
-
JIS Rebutan Banyak Pihak? JakMania Sentil Pedas Gubernur: Jangan Lupa Janji Awal
-
BREAKING NEWS! Harga Tiket Piala Kemerdekaan 2025 di Medan Murah Meriah
-
Dari Perserikatan ke BRI Super League: Era Baru dan Sejarah Para Juaranya
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Gempa Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak
-
Sempat Gelap Gulita Pasca Gempa, 98,3% Jaringan Listrik di NTT
-
Ulasan The Husband: Saat Retaknya Pernikahan Berujung Kriminal
-
Bayi Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur, BKSDA Ungkap Dugaan Penyebabnya
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun
-
Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya
-
Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran
-
Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun