Suara.com - Impian untuk menunaikan ibadah haji lebih cepat melalui jalur khusus atau Haji Plus kini berubah menjadi cerita kelam. Program yang menjadi primadona bagi calon jemaah berduit ini tengah diguncang isu tak sedap.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah turun tangan menyidik dugaan adanya praktik korupsi dan permainan kuota yang menodai kesucian perjalanan ibadah ini.
KPK mengumumkan memulai penyidikan perkara dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada Kementerian Agama tahun 2023-2024, yakni pada 9 Agustus 2025.
Pengumuman tersebut dilakukan KPK setelah meminta keterangan kepada mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 7 Agustus 2025.
Pada saat itu, KPK juga menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut.
KPK pada 11 Agustus 2025, mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih.
Polemik ini membuka mata publik terhadap sistem "jalur cepat" naik haji yang selama ini dianggap sebagai solusi bagi mereka yang enggan terperangkap dalam antrean haji reguler yang bisa memakan waktu puluhan tahun.
Membedah Sistem Haji di Indonesia: Tiga Jalan Menuju Tanah Suci
Untuk memahami akar masalahnya, penting untuk mengetahui bahwa ada tiga jalur resmi pemberangkatan haji dari Indonesia.
Baca Juga: Bocoran Nama Tersangka Korupsi Kuota Haji, KPK Bakal Seret Tokoh-tokoh Penting?
Pertama, haji reguler, yang menjadi pilihan mayoritas masyarakat. Kedua, haji khusus (Haji Plus), yang menjadi sorotan saat ini. Dan ketiga, haji furoda, yang menggunakan visa undangan langsung dari Kerajaan Arab Saudi.
Haji reguler dan haji khusus sama-sama menggunakan kuota resmi yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia.
Berdasarkan data rapat Komisi VIII DPR dan Kemenag pada 2023 lalu, dari total kuota 241 ribu jemaah untuk tahun ini, sebanyak 221.720 dialokasikan untuk haji reguler, dan hanya 19.280 sisanya untuk haji khusus. Kuota yang sangat terbatas inilah yang membuat jalur ini begitu eksklusif.
Daya tarik utama haji khusus adalah masa tunggunya yang jauh lebih singkat. Jika pada haji reguler masa tunggu bisa berkisar antara 11 hingga 47 tahun, maka haji khusus memangkasnya secara drastis menjadi hanya 7-10 tahun.
Namun, keistimewaan ini datang dengan harga yang fantastis. Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jalur khusus jauh lebih mahal dibandingkan haji reguler.
Salah satu alasannya, jemaah haji reguler mendapatkan subsidi sekitar 40 persen dari nilai manfaat dana haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sebuah kemewahan yang tidak didapatkan oleh jemaah haji khusus.
Berita Terkait
-
Bocoran Nama Tersangka Korupsi Kuota Haji, KPK Bakal Seret Tokoh-tokoh Penting?
-
Kejagung Pastikan Terbitkan DPO untuk Riza Chalid Minggu Ini, Kapuspenkum: Red Notice dalam Proses
-
Bongkar Skandal Kuota Haji: KPK Ungkap Kerugian Negara Lebih dari Rp 1 Triliun
-
Warisan Dosa Triliunan Rupiah: Anak Surya Darmadi Kabur ke Luar Negeri, Kejagung Ajukan Red Notice
-
Kisah Bripka Rian, Polisi yang Rela Jadi Badut Panggilan Demi Wujudkan Mimpi Naik Haji
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia