Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyiapkan jurus baru untuk membereskan carut marut penyaluran bantuan sosial (bansos). Sebuah sistem digital bernama Payment ID akan segera diterapkan untuk memastikan bantuan lebih transparan dan tepat sasaran.
Namun, di tengah gebrakan modern ini, Gus Ipul sadar diri dan tak menampik adanya tantangan besar; nasib para lansia dan warga di pelosok yang masih gagap teknologi (gaptek).
Gus Ipul menjelaskan bahwa digitalisasi ini adalah sebuah tuntutan zaman yang tidak bisa dihindari. Tujuannya jelas, yakni memberantas praktik salah sasaran dan membuat proses penyaluran bisa diawasi oleh siapa pun.
"Ini tuntutan lah ya. Memang hari ini supaya lebih transparan, bisa diikuti oleh siapapun, lebih tepat sasaran, lebih efisien. Jadi banyak manfaatnya kalau kita bisa melaksanakan digitalisasi penyaluran bansos," ungkap Gus Ipul di Jakarta, Selasa (12/8/2025).
Nantinya, setiap penerima akan punya Payment ID khusus yang terhubung ke sistem perbankan, yang bisa digunakan untuk mengambil bantuan melalui verifikasi kode atau barcode. Uji coba sistem ini bahkan sudah dimulai di Kabupaten Banyuwangi.
"InsyaAllah nanti akan lebih cepat, tepat waktu, dan juga akan lebih akurat untuk bisa sampai kepada mereka yang berhak," tuturnya.
Tapi Sadar Diri, Lansia Gaptek Jadi Tantangan
Di balik optimisme tersebut, Gus Ipul mengakui bahwa kebijakan ini tidak bisa diterapkan secara pukul rata. Masih banyak penerima bansos yang akan kesulitan beradaptasi.
Tantangan utamanya adalah para lansia dan warga yang tinggal di daerah terpencil, yang belum terbiasa atau bahkan tidak memiliki akses ke teknologi digital.
Baca Juga: Bansos Tahap 3 Belum Pasti! Payment ID Masih Uji Coba, Ini Bocoran dari Mensos
Karena itu, Gus Ipul memastikan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan cara-cara konvensional. Penyaluran bansos melalui PT Pos Indonesia akan tetap menjadi andalan bagi mereka yang tidak bisa mengakses sistem digital.
"Kita akan sesuai ketentuan ya. Yang bisa lewat PT POS, kita akan lewat PT POS," tuturnya.
Selain itu, Kemensos juga akan memberdayakan para pendamping sosial untuk membantu mencarikan solusi terbaik di lapangan.
"Yang enggak, mungkin kita salah satunya minta bantuan pendamping. Kita coba cari jalan yang terbaik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan