Masih Jauh dari Upah Layak, Jurnalis Indonesia Sudah Merdeka Secara Finansial?

Rabu, 13 Agustus 2025 | 07:18 WIB
Ilustrasi wartawan meliput kegiatan (Pexels/Afif Ramdhasuma)

Bukan secara fisik langsung atau menjadi korban salah tangkap. 

Ilustrasi dugaan pembakaran rumah wartawan. [Suara.com/Ema]

Namun, lebih kepada hasil liputannya.

“Pernah diminta takedown beritanya karena kasus di Kejaksaan berkaitan dengan salah satu korporasi,” jelasnya.

“Berati, kita sebagai jurnalis kan belum merdeka secara utuh. Masih adalah hal-hal yang kaya gitu,” imbuhnya.

Ia juga sempat mendapat somasi akibat pemberitaan yang dia buat, menimbulkan ketersinggungan bagi pihak korporasi yang diduga terlibat korupsi.

Namun, Dayat menilai, somasi yang ia terima tidaklah tepat karena sebelumnya ia sudah memuat hak jawab.

“Pihak Dewan Pers pun menyebut seharusnya somasi itu gak dilakukan karena sudah memuat hak jawab. Tapi saat ini masih belum banyak orang yang ngerti,” jelasnya.

Kekinian, Dayat justru merasa kemerdekaannya bakal dirampas seluruhnya karena saat ini kantor tempatnya bekerja bakal segera tutup. 

Alasannya, karena kesulitan secara finansial.

“Gak ada iklan masuk. Jadi semuanya dirumahkan dan kantor bakal tutup,” tandasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com