Bukan secara fisik langsung atau menjadi korban salah tangkap.
Namun, lebih kepada hasil liputannya.
“Pernah diminta takedown beritanya karena kasus di Kejaksaan berkaitan dengan salah satu korporasi,” jelasnya.
“Berati, kita sebagai jurnalis kan belum merdeka secara utuh. Masih adalah hal-hal yang kaya gitu,” imbuhnya.
Ia juga sempat mendapat somasi akibat pemberitaan yang dia buat, menimbulkan ketersinggungan bagi pihak korporasi yang diduga terlibat korupsi.
Namun, Dayat menilai, somasi yang ia terima tidaklah tepat karena sebelumnya ia sudah memuat hak jawab.
“Pihak Dewan Pers pun menyebut seharusnya somasi itu gak dilakukan karena sudah memuat hak jawab. Tapi saat ini masih belum banyak orang yang ngerti,” jelasnya.
Kekinian, Dayat justru merasa kemerdekaannya bakal dirampas seluruhnya karena saat ini kantor tempatnya bekerja bakal segera tutup.
Alasannya, karena kesulitan secara finansial.
Baca Juga: Ada Kejutan HUT Ke-80 RI di Istana: Prasetyo Hadi Bocorkan Ada yang Spesial
“Gak ada iklan masuk. Jadi semuanya dirumahkan dan kantor bakal tutup,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Wapres Gibran Tinjau Penyaluran Bantuan Subsidi Upah di Tangerang
-
Pengemudi Ojol Bakal Demo di Patung Kuda Besok, Minta Prabowo Keluarkan Perppu
-
BSU 2025 Cair Rp600 Ribu, Cek Statusmu Sekarang! Jangan Sampai Ketinggalan Info Penting Ini
-
Kapan BSU Tahap 4 2025 Cair? Ini Jadwal, Syarat Penerima, dan Pencairannya
-
Waspada Link Palsu BSU Rp600 Ribu, Begini Cara Pastikan Kebenarannya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
KPI Konsolidasikan Gerakan Perempuan Jelang Kongres VI, Soroti Kepemimpinan dan Keadilan Iklim
-
Korupsi Petral Bikin Harga Premium Melejit, Kejagung Gandeng BPKP Hitung Total Kerugian Negara!
-
Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat
-
Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti
-
Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF
-
Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan
-
Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon
-
Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir