- Fahri Hamzah dari Partai Gelora menyatakan wacana pilkada melalui DPRD sedang didiskusikan dalam koalisi pemerintahan Prabowo.
- Diskusi koalisi berorientasi pada konsolidasi demokrasi untuk mencari jalan terbaik menuju kemakmuran bangsa.
- Partai-partai sedang mengkaji internal wacana ini, yang merupakan tema lama untuk pengambilan keputusan saat ini.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan pemilihan kepala daerah melalui DPRD bukan merupakan wacana baru. Ia berujar hal tersebut kini tengah didiskusikan di koalisi.
Fahri mengatakan sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, partai-partai sedang melakukan pemikiran yang orientasinya adalah konsolidasi terhadap demokrasi.
"Karena apa pun demokrasi itu ada pendulumnya. Kadang-kadang kalau dia terlalu jauh ke kanan, ada ongkosnya. Ke kiri, ada ongkosnya," kata Fahri di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Fahri menegaskan saat ini partai-partai mencari jalan yang baik dan tepat bagi rakyat dan bangsa Indonesia untuk menuju kemakmuran, kemajuan, dan kesejahteraan rakyat.
"Saya kira itu yang sedang kita pikirkan di koalisi dan tentunya terbuka diskusinya. Dan saya kira ini bukan tema yang baru, ini tema lama. Dan sekarang ini waktunya kita untuk mengambil keputusan," kata Fahri.
Ia menegaskan saat ini partai-partai juga terus melakukan kajian secara internal terkait wacana tersebut.
"Ya partai-partai sendiri secara internal mereka melakukan kajian karena kalau kayak kami di Gelora tidak punya anggota di pusat, tetapi ada di daerah-daerah dan kami mengevaluasi dinamika dari teman-teman di daerah," kata Fahri.
"Tapi sekali lagi, kata kuncinya adalah ini dalam rangka konsolidasi demokrasi Indonesia. Tema ini tema besar dan tentu kita semua harus memahaminya sebagai satu niat agar bangsa ini berjalan ke depan secara lebih positif. Gitu lah kira-kira," sambungnya.
Sementara itu, mengenai bagaimana sikap Partai Gelora terhadap usulan pilkada lewat DPRD, Fahri belum menegaskan.
Baca Juga: Refleksi 2025: Akademisi UII Nilai Pemerintahan Prabowo-Gibran Sarat Masalah HAM dan Militerisasi
"Pada prinsipnya kan ada level-level otonomi ya. Sekarang ini sudah ada otonomi tingkat 3, di mana kita juga sudah punya dana desa ya. Sehingga di masyarakat desa pun itu ada otonomi, ada otonomi tingkat 2 dan otonomi tingkat 3. Tinggal pembagian tugas ya dalam fungsi di kamar masing-masing, eksekutif, legislatif, yudikatif. Itu yang sedang dibagi supaya semuanya berjalan efisien, semuanya berjalan maksimal dan efektif," tutur Fahri.
Berita Terkait
-
Refleksi 2025: Akademisi UII Nilai Pemerintahan Prabowo-Gibran Sarat Masalah HAM dan Militerisasi
-
Tak Ada di LHKPN, Publik Pertanyakan Helikopter Pribadi Prabowo yang Disebut Teddy Dikirim ke Aceh
-
Dilema PDIP dan Demokrat: Antara Tolak Pilkada Lewat DPRD atau Tergilas Blok Besar
-
Fraksi Partai Nasdem Dukung Pilkada Lewat DPRD: Sesuai Konstitusi dan Pancasila
-
Waketum PAN Sebut Pilkada Lewat DPRD Layak Dipertimbangkan: Bisa Tekan Politik Uang dan Dinasti
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi