Ancaman yang diterimanya tidak main-main dan terus meningkat eskalasinya. Semua ini menunjukkan bahwa ada niat jahat yang sudah direncanakan sejak lama terhadap korban.
4. Rangkaian Aksi Teror yang Meningkat
Teror yang dialami Dea dimulai dari aksi-aksi yang meresahkan. Awalnya, rumahnya menjadi sasaran pelemparan cat.
Tidak berhenti di situ, pelaku menjadi semakin berani hingga pernah nekat menerobos masuk ke dalam kediaman korban.
Beruntung, saat itu aksinya terpergok oleh ART sehingga pelaku berhasil melarikan diri. Puncaknya, Dea menerima pesan singkat eksplisit melalui WhatsApp yang berisi ancaman pembunuhan.
5. Laporan Ancaman yang Diduga Kuat Diabaikan
Inilah poin yang paling memicu kemarahan publik. Merasa nyawanya benar-benar dalam bahaya, Dea tidak tinggal diam.
Ia telah berusaha mencari keadilan dan perlindungan dengan melaporkan serangkaian teror dan ancaman pembunuhan tersebut ke Polsek Jatiluhur.
Namun, menurut berbagai sumber, laporan tersebut tidak mendapatkan tindak lanjut yang semestinya dari pihak berwenang.
Baca Juga: Dea Tewas Penuh Tusukan, DPR Desak Kapolda Jabar: Pecat Anggota jika Terbukti Abaikan Laporan Korban
Pengabaian inilah yang dinilai sebagai kelalaian fatal yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
6. Aktivitas Terakhir Korban Sebelum Ditemukan Tewas
Sebelum tragedi terjadi, Dea masih terlihat beraktivitas seperti biasa. Seorang saksi mata yang merupakan tetangganya mengaku masih melihat korban pada sekitar pukul 10.00 WIB pagi di hari kejadian.
Saat itu, Dea tampak normal dan diduga hendak pergi membeli sayur, sebuah rutinitas biasa yang tak disangka menjadi momen terakhirnya terlihat hidup oleh para tetangga.
7. Kemarahan Publik dan Banjir Hujatan di Media Sosial
Setelah kabar kematian Dea dan dugaan pengabaian laporannya menyebar luas, reaksi keras dari publik tak terhindarkan.
Akun media sosial Instagram resmi milik Polsek Jatiluhur seketika "diserbu" dan dibanjiri komentar pedas dari warganet.
Banyak yang menuntut pertanggungjawaban dan tindakan tegas terhadap oknum aparat yang diduga lalai dalam menjalankan tugasnya melindungi masyarakat, sebuah sentimen yang kini menjadi bola panas dan menuntut investigasi internal yang transparan dari pihak kepolisian.
Tag
Berita Terkait
-
Dea Tewas Penuh Tusukan, DPR Desak Kapolda Jabar: Pecat Anggota jika Terbukti Abaikan Laporan Korban
-
Susi Pudjiastuti 'Banjir Air Mata' Atas Kematian Dea: Korban Tewas usai Laporan Dicueki Polisi!
-
Kronologi Wanita di Purwakarta Ditemukan Tewas: Pernah Lapor Dapat Teror, Tak Ada Tindak Lanjut
-
Perempuan di Purwakarta Tewas Padahal sudah Lapor soal Ancaman, Polsek Jatiluhur Banjir Hujatan
-
Alarm Bahaya! Fakta Mengerikan Terungkap: 1 dari 2 Anak Jadi Korban Kekerasan, Tapi Tak Berani Lapor
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno