Suara.com - Aksi joget anggota DPR di acara Sidang Tahunan pada Jumat, 15 Agustus 2025 lalu masih menjadi perbincangan publik. Di tengah polemik itu, anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Surya Utama alias Uya Kuya angkat bicara ikut berjoget bersama rekan-rekannya di Fraksi PAN, Eko Patrio dkk saat Sidang Tahunan MPR.
Meski menjadi sorotan publik, Uya Kuya justru merasa tidak masalah jika dirinya ikut berjoget dengan anggota DPR lainnya. Dalihnya, karena selain menjadi wakil rakyat, dirinya memiliki latar belakangan sebagai selebriti.
"Lah emang kita artis, Kita DPR tapi kita artis," ungkapnya saat disinggung aksi jogetnya oleh awak media.
Selain itu, Uya Kuya turut balik bertanya kepada awak media dengan pernyataan yang cukup menohok. Dia menganggap banyak anggota DPR yang sering membuat konten.
"Gue tanya sekarang, emang ada anggota DPR yang gak ngonten, ada? Semua ngonten. Artis ngonten, netizen juga ngonten," ujarnya.
Sontak, pernyataan Uya Kuya saat disinggung oleh wartawan soal aksi jogetnya di Sidang Tahunan MPR menjadi sorotan netizen usai videonya viral di media sosial. Salah satunya dibagikan ulang oleh akun TikTok, @rom4nto89.
Bahkan, banyak netizen yang justru mempertanyakan fungsi anggota DPR kepada Uya Kuya imbas pertanyaannya yang menyebut banyak wakil rakyat yang juga ngonten.
"Uya setelah menjadi anggota DPR, kira² di DPR kerjanya apa?" sindir salah satu netizen.
"Prestasi Uya Kuya sebagai anggota DPR apa sih?" tanya yang lain.
Baca Juga: Beda Nasib Wakil dan Rakyat: Tunjangan DPR Naik, Masyarakat Main Terhimpit Ekonomi
"Berarti gedung DPR itu dianggap sama dengan panggung hiburan," cibir netizen lainnya.
Klaim DPR Masih Punya Empati
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir angkat bicara terkaiv viral video aksi joget anggota DPR RI saat momen Sidang Tahunan MPR.
Menanggapi itu, dia mengeklaim aksi joget sejumlah anggota DPR RI itu terjadi setelah acara inti dan pidato-pidato kenegaraan selesai.
Menurut dia, para wakil rakyat itu berjoget ketika mendengar musik yang dimainkan oleh grup musik taruna sejumlah lembaga pendidikan.
Dengan lagu yang memiliki irama bersemangat, dia menilai bahwa para anggota DPR RI itu terbawa emosi hingga berjoget.
Berita Terkait
-
Beda Nasib Wakil dan Rakyat: Tunjangan DPR Naik, Masyarakat Main Terhimpit Ekonomi
-
Miris! Teh Novi Banting Tulang Bantu ODGJ, Anggota DPR Malah Asik Joget di Sidang
-
Ketua Banggar Setuju Tunjangan Perumahan DPR: Masih Mending Daripada Buat Perbaikan RJA
-
Aksi Joget di Sidang Tahunan Disorot, DPR Klaim Masih Punya Empati: Goyangnya Gak ke Mana-mana
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata
-
Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!
-
Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS
-
Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan
-
Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini
-
Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu
-
Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur
-
Viral Aksi Nyeleneh Pria Pakai Baju Muslim Minum Oli Mesin di Makassar, MUI Sulsel: Itu Haram!
-
Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan