Suara.com - Kasus korupsi dana investasi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) dengan terdakwa korporasi memasuki babak baru.
Sebanyak 10 korporasi yang dijerat dalam skandal ini bakal segera dipersidangkan pada pekan depan atau Jumat (29/8/2025) mendatang.
Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Andi Saputra mengatakan, hari ini pihaknya telah meregister 10 korporasi yang sebelumnya dijerat sebagai tersangka.
“Kami menginfokan bahwa Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, telah meregister 10 perkara korupsi,” kata Andi, dalam keterangannya, Jumat (22/8/2025).
“Rencananya sidang pertama atas 10 terdakwa korporasi itu akan digelar pada Jumat (29/8),” imbuhnya.
Adapun 10 korporasi yang terjerat dalam skandal ini adalah:
- PT OSO Manajemen Investasi
- PT Victoria Manajemen Investasi
- PT Millenium Capital Management
- PT Recapital Asset Management
- PT Pool Advista Aset Manajemen
- PT Asia Raya Kapital
- PT Maybank Asset Management
- PT Corfina Capital
- PT Aurora Asset Management
- PT Insight Investments Management
Pengadilan Jakarta Pusat juga telah menunjuk 5 orang hakim yang bakal mengadili perkara tersebut. Kelimanya adalah Lucy Ermawati, Daru Swastika Rini, Juandra, Jaini Basir, dan Ida Ayu Mustikawati.
Adapun menurut hitungan BPK dalam kasus korupsi Asabri, negara dirugikan sekitar Rp 22,78 triliun.
Sebanyak delapan orang sudah dihukum dalam kasus tersebut. Kedelapan orang tersebut adalah Sonny Widjaja, mantan Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020; Adam Rachmat Damiri, mantan Direktur Utama PT Asabri periode 2011-2016; Bachtiar Effendi, Mantan Direktur Keuangan PT Asabri periode 2008-2014; Hari Setianto, mantan Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019; Heru Hidayat, Presiden Direktur PT Trada Alam Minera; Lukman Purnomosidi, Direktur Utama PT Prima Jaringan; Jimmy Sutopo, Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations dan Benny Tjokro Tjokrosaputro, Komisaris PT Hanson International Tbk.
Baca Juga: 4 Prajurit Gugur saat Bertugas, ASABRI Berikan SRKK Rp 1,9 Miliar ke Ahli Waris
Berita Terkait
-
KPK Didesak Periksa Tan Kian soal Kasus TPPU di Korupsi ASABRI
-
Viral Video Diduga Tan Kian Ikut Lelang Jam Tangan Super Mewah Rp 106 Miliar di Swiss
-
Divonis Nihil, Terdakwa Korupsi Asabri Benny Tjokro Dijatuhi Hukuman Tambahan Bayar Ganti Rugi Rp5,733 T
-
Benny Tjokrosaputro Divonis Nihil di Korupsi Asabri
-
Putusan Belum Siap, Sidang Vonis Benny Tjokro di Kasus Korupsi Asabri Ditunda
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Libur Imlek: Penumpang Whoosh Naik Signifikan hingga 25 Ribu Orang Sehari
-
Xi Jinping dan Donald Trump Segera Bertemu, Ada Potensi Bisnis dan Skenario 'Perang'
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Meriahkan Imlek, InJourney Tawarkan Promo Tiket Sunrise Borobudur Rp350 Ribu
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
-
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional