3. Jabatan Singkat Komisaris BUMN dan Pencopotan Kontroversial
Karier Noel di lingkaran pemerintahan sempat menanjak saat ia diangkat menjadi Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha BUMN di bawah naungan PT Pupuk Indonesia.
Namun, jabatan tersebut hanya seumur jagung. Kurang dari setahun, ia dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Pencopotan ini memicu spekulasi luas.
Noel mengklaim pencopotannya bersifat politis karena sikap kritisnya, sementara pihak lain menduga ada masalah kinerja.
Insiden ini viral dan menjadi contoh nyata betapa dinamis dan kerasnya persaingan di lingkaran kekuasaan.
4. Berbalik Haluan Mendukung Prabowo Subianto
Setelah bertahun-tahun berada di barisan pendukung Jokowi yang notabene adalah rival politik Prabowo Subianto, Noel membuat manuver 180 derajat pada Pilpres 2024.
Ia dengan tegas menyatakan dukungannya untuk Prabowo, bahkan mengubah nama organisasinya dari Jokowi Mania menjadi Prabowo Mania 08.
Baca Juga: Dulu Teriak Hukum Mati Koruptor, Kini Immanuel Ebenezer Ngemis Ampunan Prabowo
Keputusan ini sontak menjadi perbincangan, mengukuhkan citranya sebagai seorang pragmatis politik yang tindakannya sulit ditebak.
5. Serangan Tajam dan Istilah "Bapak Politik Identitas"
Noel tidak pernah ragu menggunakan diksi yang keras untuk menyerang lawan politiknya. Salah satu yang paling diingat publik adalah serangannya terhadap Anies Baswedan.
Ia secara terbuka melabeli Anies sebagai "Bapak Politik Identitas" dan menuduhnya sebagai ancaman bagi kebhinekaan.
Pernyataan-pernyataan semacam ini seringkali dikutip media, memicu perang tagar di media sosial, dan menjadikannya figur yang polarisasi: dicintai oleh kawan, namun sangat dibenci oleh lawan.
Jauh sebelum tersandung kasus dugaan korupsi, rekam jejak Immanuel Ebenezer telah dipenuhi oleh drama dan kontroversi.
Aksi-aksi viralnya menunjukkan profil seorang aktor politik yang tidak pernah takut berada di tengah badai, sebuah karakter yang kini membawanya ke pusaran masalah yang jauh lebih serius di hadapan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina