Suara.com - Sebuah unggahan akun Facebook “Owner Mira Hayati” pada Selasa, 12 Agustus 2025, menampilkan video yang diklaim memperlihatkan Presiden Prabowo Subianto membagikan uang Rp 75 juta menjelang perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Dalam video tersebut, Prabowo tampak sedang berpidato dengan narasi:
“Dalam kesempatan ini, bulan kemerdekaan Indonesia adalah bulan Agustus. Kali ini saya bagikan, saya transfer tujuh puluh lima juta rupiah.”
Unggahan itu juga disertai takarir:
“KHUSUS MENJELANG HARI 17 AGUSTUS SAJA YA”
Hingga Selasa, 19 Agustus 2025, video tersebut sudah memperoleh lebih dari 1.400 tanda suka dan 858 komentar.
Namun, benarkah Presiden Prabowo benar-benar membagikan uang kepada masyarakat dalam rangka HUT ke-80 RI?
Melansir dari TurnBackHoaxid, tim pemeriksa fakta melakukan analisis dengan menggunakan perangkat deteksi AI Hive Moderation.
Hasilnya, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan tingkat probabilitas 99,8 persen.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah OJK Hapus Utang Masyarakat ke Bank?
Selain itu, TurnBackHoax menelusuri tangkapan layar video menggunakan Google Lens.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa konteks asli video adalah pidato Presiden Prabowo dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, pada 2 Juni 2025.
Tim pemeriksa fakta juga menelusuri kata kunci “Prabowo bagi-bagi uang jelang HUT ke-80 RI” di mesin pencarian. Hasil teratas mengarah pada artikel setneg.go.id berjudul “Kado HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Pemerintah Salurkan Insentif Bagi Guru”, Rabu, 6 Agustus 2025.
Dalam artikel tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memang menyalurkan bantuan, namun bentuknya berupa:
- Insentif untuk guru non-ASN
- Bantuan subsidi upah (BSU) bagi pendidik nonformal
- Bantuan afirmasi kualifikasi S1/D4 bagi guru PAUD dan SD
Tidak ada informasi resmi maupun kredibel yang menyebutkan Presiden Prabowo membagikan uang tunai Rp 75 juta kepada masyarakat.
Unggahan video yang menampilkan klaim “Presiden Prabowo bagi-bagi uang dalam rangka HUT ke-80 RI” adalah konten tiruan (impostor content).
Hasil analisis AI menunjukkan video tersebut hasil rekayasa dengan probabilitas 99,8 persen.
Konteks asli video adalah pidato Prabowo pada Hari Lahir Pancasila 2 Juni 2025, bukan pengumuman pembagian uang.
Sepanjang penelusuran, tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara
-
Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
-
Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli