Suara.com - Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, mengirimkan pesan tajam kepada individu yang ia sebut sebagai ‘perdana menteri’ di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pesan tersebut disampaikan secara terbuka dalam unggahan akun Instagram resmi @gribjaya_id. Dalam poster itu Hercules menyatakan adanya individu yang dianggap sebagai ‘perdana menteri’ dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
“Di era pemerintahan sekarang, Bapak Presiden Prabowo terdapat seorang yang dianggap sebagai ‘perdana menteri’,” tulisnya, dikutip dari unggahan akun tersebut, dikutip Senin (25/8/2025).
Tak hanya itu, Hercules kemudian melontarkan peringatan dengan kalimat yang lebih lugas.
“Kamu jangan sok paling hebat dan bisa mengatur negara ini selain presiden,” tulis akun @gribjaya_id dalam unggahannya.
Pesannya dilanjutkan, seolah-olah mengingatkan individu tersebut dalam hal nasionalisme.
“Saya ingatkan kamu, jangan rakus dan haus. Jiwa ragamu harus sedikit merah putih,” tulisnya.
Kemudian Grib Jaya mengingatkan kembali agar individu tersebut mengetahui mana yang merupakan kawan dan mana yang merupakan lawan.
Penggunaan istilah ‘perdana menteri’ menjadi perhatian, mengingat sistem pemerintahan Indonesia adalah presidensial, bukan parlementer.
Baca Juga: Hercules Sindir Keras Bupati Pati Sudewo: Tidur di Got pun Mau Demi Jabatan, Tapi Sekarang?
Istilah itu tampak digunakan untuk menyindir sosok di luar presiden yang dianggap memiliki pengaruh dan kekuasaan besar dalam pengambilan kebijakan.
Dari pihak Hercules dan GRIB Jaya, belum memberikan keterangan mengenai identitas tersebut. Sedangkan unggahan tersebut memantik reaksi warganet di kolom komentar.
Tidak sedikit yang menebak, mengarahkan spekulasi kepada Luhut Binsar Pandjaitan, yang dianggap memiliki pengaruh yang luas.
“CC in ke Luhut boleh ga ya...?” tulis akun @iendrha dalam kolom komentar, menebak identitas individu yang dianggap Hercules sebagai ‘perdana menteri’ dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
Reporter : Nur Saylil Inayah
Berita Terkait
-
PM Israel Sebut Invasi Gaza 'Misi Suci': Warga Yaman Murka, Siap Lawan!
-
Baru Setahun Diresmikan Hercules, Markas GRIB Jaya Dibongkar Gubernur Sumut Bobby Nasution, Kenapa?
-
Hercules Sindir Keras Bupati Pati Sudewo: Tidur di Got pun Mau Demi Jabatan, Tapi Sekarang?
-
Desak Mundur Bupati Pati, Rekam Jejak Hercules: Penguasa Tanah Abang yang Utang Nyawa ke Prabowo
-
Anggap Sombong dan Arogan, Murka Hercules pada Bupati Pati: Jangan Pernah Remehkan Suara Rakyat!
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi