- Dugaan kelalaian medis dalam pemasangan infus
- Keluarga korban pasien BPJS menuntut ganti rugi Rp30 miliar
- Tolak kompensasi RS Rp275 juta usai jari korban harus diamputasi.
Suara.com - Kasus dugaan malpraktik yang menimpa Herawati Pujiastuti, pasien BPJS yang kehilangan jari usai operasi caesar di Rumah Sakit Islam (RSI) Pondok Kopi, semakin memanas.
Pihak keluarga menolak tegas tawaran kompensasi sebesar Rp275 juta dari pihak rumah sakit, dan justru menuntut ganti rugi fantastis hingga Rp30 miliar.
Keluarga Herawati, melalui kuasa hukumnya, Kemas Mohammad, menilai tawaran kompensasi yang itawarkan pihak R tersebut tidak manusiawi dan tidak sebanding dengan kerugian yang dialami korban.
"Mereka memberikan penawaran kompensasi Rp275 juta. Dipecah-pecah lagi Rp275 jutanya. Nah disitu kami ngamuk lagi sejadi-jadinya, kami caci-maki lagi," kata Kemas dihubungi Suara.com, Rabu (28/8/2025).
Kemas menegaskan bahwa kliennya, Herawati, menjadi korban malpraktik yang harus menanggung cacat seumur hidup akibat kehilangan jari.
Oleh karena itu, menurutnya, tuntutan hingga Rp20–30 miliar adalah hal yang wajar.
"Kita minta Rp20 miliar, Rp30 miliar juga. Sah-sah saja, lho. Gak bisa balik itu tangan. Gimana rasa malu cacat seumur hidupnya," ucapnya.
Hingga saat ini, pembicaraan mengenai kompensasi itu belum mencapai kesepakatan. Pihak keluarga Herawati telah melayangkan laporan hingga ke DPR melalui Majelis Disiplin Profesi Konsil Kesehatan Indonesia (MDP-KKI) pada 6 Agustus 2025.
Peristiwa nahas ini bermula ketika Herawati Pujiastuti, seorang pasien BPJS, menjalani operasi caesar di RSI Pondok Kopi pada Mei 2025.
Baca Juga: Kronologi Dokter Ahli Jantung Anak Tak Bisa Layani Pasien BPJS Padahal Mengabdi 28 Tahun di RSCM
Namun, bukannya pulih, Herawati justru harus kehilangan beberapa jari di tangan kirinya.
Kemas menyampaikan, tragedi itu diakibatkan oleh kesalahan dalam pemasangan infus yang diabaikan oleh tenaga medis.
Kelalaian ini menyebabkan tangan kliennya mengalami emboli atau penyumbatan pembuluh darah hingga membusuk dan akhirnya diamputasi.
Kasus ini menjadi sorotan publik, menyoroti pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab rumah sakit terhadap keselamatan pasien.
Keluarga Herawati berharap tuntutan mereka dapat menjadi pelajaran bagi rumah sakit lain agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Berita Terkait
-
BPJS TK Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Peserta di Rakornas Produk Hukum Daerah 2025
-
MAW Talk Awards 2025, BPJS Kesehatan Raih Penghargaan Lembaga Publik Paling Berpengaruh
-
Kalau Jadi Korban Kerusuhan Demo, Apakah Biaya Pengobatannya Ditanggung BPJS?
-
Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta
-
Pasien BPJS: Ibu Melahirkan Kehilangan Jari, Diduga Korban Malpraktik di RS Islam Pondok Kopi
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran