- Sesar Citarik adalah sesar aktif di Jawa Barat yang masuk dalam sistem patahan besar.
- Lokasinya melintasi daerah padat penduduk seperti Bogor, Sukabumi, dan Bekasi.
- Pergerakan sesar aktif sudah terbentuk sejak zaman Miosen Tengah, sekitar 15 juta tahun lalu.
Suara.com - Keberadaan Sesar Citarik menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko gempa di wilayah Bogor dan sekitarnya. BMKG menyebutkan bahwa sesar inilah yang memicu sejumlah gempa kecil, termasuk yang terjadi di Cidahu, Pelabuhan Ratu, dan Bogor pada 10 April 2025 lalu.
Patahan lempeng bumi yang membentang dari pesisir selatan Teluk Palabuhanratu hingga Bekasi ini memang melintasi sejumlah daerah padat penduduk, termasuk Bogor dan sebagian Jakarta.
Pergerakan sesar aktif bukan fenomena baru. Struktur ini sudah terbentuk sejak zaman Miosen Tengah, sekitar 15 juta tahun lalu. Awalnya, pergerakan sesar ini bersifat mendatar dan vertikal, lalu berkembang menjadi pergeseran mengiri sekitar 2,5 juta tahun yang lalu.
Namun, seberapa besar sebenarnya potensi bahaya dari Sesar Citarik? Mari kita bahas lebih lanjut.
Apa Itu Sesar Citarik?
Sesar Citarik adalah salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang masuk dalam sistem patahan besar yang memanjang dari selatan Jawa Barat hingga Bekasi.
Sesar ini termasuk jenis sinistral strike-slip fault, atau sesar geser mengiri, yang artinya pergerakan utama lempeng di kedua sisinya saling bergeser ke arah kiri.
Dengan panjang diperkirakan mencapai 37–40 kilometer, sesar ini melewati beberapa kawasan padat penduduk, seperti Sukabumi, Bogor, Cianjur, hingga Bekasi.
Karena letaknya dekat dengan area pemukiman dan pusat aktivitas manusia, keberadaan sesar ini mendapat perhatian serius dari para ahli geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga: Pramono Anung: Jakarta Tak Bisa Maju Sendirian! Ini Rencana Ambisius untuk Jabodetabek
Beberapa gempa kecil yang terjadi di sekitar Bogor dan Sukabumi dalam beberapa tahun terakhir diyakini berasal dari pergerakan Sesar Citarik.
Namun, hingga saat ini, belum ada catatan resmi mengenai gempa besar yang langsung dipicu oleh sesar ini. Meski begitu, para peneliti tidak menutup kemungkinan bahwa potensi gempa signifikan tetap ada.
Ciri-Ciri Sesar Aktif
Untuk memahami potensi bahayanya, penting bagi Anda mengetahui ciri-ciri dari sesar aktif. Secara umum, sesar dikategorikan aktif jika masih mengalami pergerakan dan bisa memicu gempa bumi. Beberapa cirinya antara lain:
1 Adanya aktivitas seismik
Daerah di sekitar sesar aktif biasanya sering mengalami gempa kecil dengan magnitudo rendah. Hal ini juga terlihat pada Sesar Citarik, di mana gempa-gempa ringan beberapa kali tercatat dalam lima tahun terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah
-
Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Maut di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka
-
Gagal Salip Bus dari Kiri, Pemotor Tewas Hantam Separator Jalur TransJakarta Kampung Melayu
-
Kecelakaan TransJakarta di Gunung Sahari: Pemotor Tewas Usai Nekat Terobos Jalur Busway
-
Sidang Praperadilan Yaqut, Pakar Hukum Kesulitan Maknai Kedudukan Pimpinan KPK dalam UU KPK Baru
-
Kemenpar Sebut Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Ahli di Praperadilan Yaqut Sebut Penetapan Tersangka Kewenangan Penyidik, Bukan Pimpinan KPK
-
Soal Kerugian Negara Kasus Pertamina, Febri Diansyah Ingatkan Putusan Pengadilan Tipikor