- Mahasiswa Rheza Sendy Pratama ditemukan tewas penuh luka di Yogyakarta.
- Kompolnas turun tangan dan mengirim tim untuk mengawasi langsung penyelidikan kasus.
- Kompolnas juga awasi kasus Affan Kurniawan dan insiden gas air mata Bandung.
Suara.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) secara khusus menurunkan tim untuk mengawasi penanganan kasus tewasnya mahasiswa Rheza Sendy Pratama di Yogyakarta, kematian ojek online Affan Kurniawan di Jakarta, dan insiden gas air mata di Bandung.
Komisioner Kompolnas, M Choirul Anam, mengonfirmasi bahwa timnya telah berada di Yogyakarta.
Kedatangannya di Kota Jogja untuk memonitor langsung pengusutan kasus kematian Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa Universitas Amikom yang ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka.
"Kompolnas juga sedang turunkan tim dan monitoring di beberapa titik, salah satu yang sedang bekerja timnya ada di Yogyakarta," kata Anam di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2025).
Rheza ditemukan tak bernyawa di sebuah indekos di Sleman pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Kasusnya menjadi perhatian nasional karena adanya dugaan penganiayaan berat sebelum kematiannya.
Pihak kepolisian sendiri telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam kasus ini.
Pengawasan Tiga Kota
Anam menegaskan, pengawasan ini tidak hanya terpusat di Yogyakarta, namun juga dua titik lainnya.
Baca Juga: Kasus Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob: Kompolnas Ajak Masyarakat Serahkan Rekaman Bukti ke Polisi
Kompolnas membagi timnya untuk memastikan penanganan kasus-kasus sensitif lainnya juga berjalan sesuai prosedur dan transparan.
"Jadi kami juga secara simultan bekerja di Yogyakarta saat ini. Jadi kami bagi-bagi tim," ujarnya.
Dua kasus lain yang berada di bawah pengawasan ketat Kompolnas, yani tewasnya Affan Kurniawan; Pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat demo di Jakarta.
Kemudian, insiden Gas Air Mata di Bandung. Dugaan penembakan gas air mata oleh aparat ke dalam area kampus Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba) saat unjuk rasa pada Senin (1/9/2025) malam.
"Ya yang di Bandung sedang kami dalami," kata Anam singkat mengenai insiden di Jawa Barat.
Langkah Kompolnas ini juga mencakup fasilitasi bagi para pendamping hukum korban untuk mendapatkan akses yang diperlukan dalam proses advokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Sempat Putus Asa, Pasangan Pengantin Ini Tetap Gelar Resepsi di Tengah Banjir
-
PLN Terus Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Telah Kembali Menyala
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss, Akan Bertemu Raja Charles III dan Hadiri WEF
-
Data Manifes dan Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport
-
Menang Lelang Gedung Eks Kantor Polisi di Melbourne, IMCV Akan Bangun Pusat Dakwah Indonesia
-
Atasi Banjir Jakarta, Dinas SDA Kerahkan 612 Pompa Stasioner dan Ratusan Pompa Mobile
-
Cuaca Buruk dan Medan Terjal Hambat Pencarian Pesawat ATR Hilang di Maros
-
Hujan Semalaman, 29 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir
-
Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong
-
Hujan Deras Kepung Jakarta, 48 RT Masih Terendam Banjir Hingga Minggu Siang