- Polda Metro Jaya tangkap ratusan massa ricuh, mayoritas pelajar terprovokasi media sosial
- Aksi tidak terorganisir dan dipicu hasutan serta kabar bohong di internet
- Bentrok lanjutan terjadi usai tewasnya Affan, total 794 demonstran kembali ditangkap
Suara.com - Polda Metro Jaya menangkap sekitar 374 massa aksi yang membuat kericuhan pada aksi 25 Agustus lalu dalam demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI.
Saat aksi terjadi pada 25 Agustus lalu, massa datang banyak yang tidak untuk menyampaikan pendapat, pasalnya saat di depan Gedung DPR RI, sama sekali tidak ada mobil komando.
Tuntutan mereka pun absurd, tidak terorganisir seperti aksi massa yang biasa dilakukan.
Mereka hanya datang ke depan gedung DPR RI akibat termakan retorika di sosial media.
“Pada aksi yang berujung ricuh, sama sekali tidak diawali proses penyampaian pendapat, jadi datang langsung ricuh. Polda Metro Jaya telah melakukan upaya pengamanan 337 orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Selasa (2/9/2025).
Sebagian besar massa yang tertangkap merupakan anak-anak.
Kendari demikian, para bocah tersebut telah dilepaskan usai pemanggilan orang tua.
Berdasarkan rincian ada 202 anak di bawah umur, 26 mahasiswa dan 109 warga.
Mereka datang usai melihat sosial media yang berisi provokasi yang dibuat oleh keenam tersangka dan saat ini telah mendekam di balik jeruji besi.
Baca Juga: Direktur Lokataru Jadi Tersangka! Ini Peran 6 Provokator Demo Pelajar 25 Agustus 2025
“Ini fakta yang ditemukan,” katanya.
Massa terprovokasi atas hasutan yang mengajak kepada pelajar untuk melakukan aksi anarkis dengan cara menyebarkan flyers yang berisi kata-kata “kita lawan bareng”.
“Disitu juga ada hashtag #jangantakut kemudian ada caption dibawahnya polisi butut, jangan takut,” ungkapnya.
Kemudian aksi demonstrasi dengan eskalasi tinggi kembali terjadi pada tanggal 28 Agustus lalu.
Massa kembali berbuat anarkis. Pasalnya, saat itu mereka geram karena Affan Kurniawan yang pada 28 Agustus malam tewas terlindas mobil Rantis milik Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta.
Aksi solidaritas terhadap Affan memuncak esok harinya, pada 29 Agustus lalu dan berujung bentrok.
Berita Terkait
-
CSIS Kritik Pemerintah: Pendekatan Keamanan Prabowo Picu Masalah Baru dalam Demo?
-
Geger Ngigau Dipukuli, Polisi Sebut Mahasiswa Unnes Tewas Kecelakaan: Ditabrak Pemotor Ngebut!
-
Demo Berdarah 25 Agustus hingga 1 September: 9 Nyawa Melayang, 1.821 Orang Ditangkap Polisi
-
TikTok Live Aktif Lagi Setelah Hilang karena Aksi Demo
-
Gibran Sambangi Rumah Duka Andika, Pelajar Tewas di Demo DPR: Dialog dengan Ortu, Ini Isinya
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Gus Yaqut Tak Bisa Makan Santan karena Gerd, Sang Istri Bawakan Tempe ke Rutan KPK
-
Saling Kenal dan Mabuk, Ini Motif Selebgram Brunei Woodyrman Hantam Rekannya hingga Tewas
-
Istri Ungkap Gus Yaqut Tak Pernah Cerita Kasus Haji ke Keluarga: Biar Sama Lawyer Saja
-
Lebaran Pilu di Penjara, Istri Gus Yaqut Curhat Kondisi Suaminya: Sakit Rasanya...
-
Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!
-
Noel Ebenezer Curhat ke Istri Ingin Cepat-Cepat Divonis
-
Soal Sapi Kurban dari APBN, Gerindra: Bantuan Kemasyarakatan, Tidak Ada Aturan yang Dilanggar
-
Soroti Gaza di Hari Iduladha, JK: Dunia Harus Bersatu Rehabilitasi Palestina
-
Kurban Pakai APBN Dikritik Guntur Romli, Singgung Teladan Nabi Muhammad SAW
-
Cerita Warga Gang Haji Jeni Bangun Smart Security: Punya CCTV, Panic Button hingga GPS Tracker