Saat Gibran datang, empat korban luka dirawat di RS Pelni. Direktur RS Pelni, Laili Fathiyah mengungkapkan bahwa empat korban itu sedang menjalani rawat inap.
“Kondisi dari empat korban saat ini stabil, sadar, dapat berkomunikasi dan juga masih dalam observasi perawatan dari tim dokter di RS Pelni,” kata Laili.
Laili menerangkan bahwa salah satu dari empat korban yang dirawat karena mengalami luka akibat benda tumpul.
Pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Affan Kurniawan juga sempat dilarikan ke RS Pelni sebelum meninggal dunia.
Setelahnya, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irjen Polisi Abdul Karim memastikan penyelidikan insiden ini akan berjalan cepat, transparan dan dibawah pengawasan ketat.
Publik menuntut akuntabilitas penuh dari Institusi Polri. Menjawab hal tersebut, Propam tidak hanya bergerak sendiri, melainkan juga melibatkan pihak eksternal untuk menjaga objektivitas pemeriksaan.
Selain mengunjungi RS Pelni, Gibran juga mengunjungi para korban demonstrasi yang dirawat di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Gibran melihat satu per satu keadaan korban demonstrasi dengan menanyakan keadaan mereka.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Baca Juga: Ternyata Ini 5 Kejanggalan Ojol ke Istana Gibran yang Dibongkar Netizen
Berita Terkait
-
10 Nyawa Hilang, Ribuan Ditahan: Komnas HAM Desak Keadilan Restoratif
-
Delpedro Marhaen dkk Dicap Provokator Demo Rusuh di Jakarta, Polisi: Ada Tutorial Rakit Bom Molotov
-
Ferry Irwandi: Publik Harus Percaya Polisi atau TNI Soal Penangkapan Intel dalam Aksi Demonstrasi?
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Tangkap 374 Orang, Mayoritas Anak di Bawah Umur dan Tuntutannya Absurb!
-
Jadi Korban Salah Pukul Polisi saat Demo di Bandung, Keponakan Chika Jessica Luka-Luka dan Trauma
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar