“Pak Jokowi itu orang yang menyadari betul bahwa ratusan juta manusia Indonesia itu gampang terpesona, gampang jatuh cinta, gampang terharu, gampang kasihan. Itu yang dimobilisasi rasa itu, hati-hati loh,” tambahnya.
Sehingga menurut Akbar jika dikaitkan dengan maju dan tidaknya Gibran di periode selanjutnya, Jokowi masih memiliki banyak penggemar.
“Saya adalah saksi mata. Gerakan kampanye lempar-lempar baju dari mobil itu, Ketika kami dijalanan dari Klaten ke Solo tengah malam itu lempar-lempar,” ungkapnya.
“Beliau sangat memahami itu. Nah apa hubungannya dengan maju atau tidak? Masih banyak loh orang-orang yang menyukai beliau, itu sah saja, tambahnya.
Akbar kemudian mengatakan bahwa tugasnya saat ini yaitu membuka mata masyarakat Indonesia agar mencintai dan membenci seseorang sewajarnya saja.
Sehingga tidak berlebihan dalam mencintai maupun membenci. Hal ini tentu besar kaitannya dengan menjadikan Indonesia lebih baik lagi di masa depan.
“Nah sekarang tugas orang seperti saya, Hensat, karena kita punya banyak informasi dan pengalaman, buka mata orang-orang bahwa cintailah secukupnya dan bencilah secukupnya juga,” urainya.
“Cinta itu tujuannya agar Indonesia baik dimasa depan, bencilah secukupnya, jangan sampai karena kita benci kita lupa dengan kebaikan-kebaikan,” sambungnya.
Kontributor : Kanita
Baca Juga: Mahfud MD: Wajah Politik Kita Masih Seperti Bebek Digiring
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif