Suara.com - Pengamat politik, Ray Rangkuti, melontarkan kritik tajam terhadap cara pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dalam merespons gelombang demonstrasi yang marak belakangan ini.
Menurutnya, pemerintah keliru jika hanya berfokus pada penanganan aspek kerusuhan tanpa menyentuh substansi masalah yang memicu kemarahan rakyat.
Ray menilai, aksi massa yang terjadi bukanlah peristiwa tiba-tiba, melainkan puncak dari akumulasi kekecewaan publik yang sudah bertahun-tahun terpendam. Ia secara tegas menyebut pemerintah saat ini belum mampu menangkap dan memahami akar persoalan yang sesungguhnya.
Dalam diskusi yang disiarkan melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV, Ray membedah tiga biang kerok utama yang menyulut amarah publik hingga tumpah ke jalan.
Tiga isu tersebut adalah kesenjangan sosial yang kian menganga, ketidakadilan hukum yang dirasa tajam ke bawah, serta kerinduan akan pemerintahan yang bersih dari korupsi.
"Demonstrasi ini belum mencapai puncaknya. Kesenjangan sosial yang dirayakan oleh para pejabat menjadi pemicu utama kemarahan publik," ujar Ray Rangkuti dalam podcast tersebut yang dikutip pada Rabu (3/9/2025).
"Masyarakat sudah sabar selama bertahun-tahun, namun akhirnya kemarahan itu meledak."
Respon Presiden Prabowo Dinilai Belum Substansial
Secara spesifik, Ray Rangkuti menyoroti respons Presiden Prabowo yang dianggapnya belum menyentuh isu-isu krusial yang menjadi tuntutan utama para demonstran.
Baca Juga: Dasco Utus Andre Rosiade Cs Hadapi Gelombang Demo Baru di Senayan
Ia mengkritik pemerintah yang seolah hanya melihat demonstrasi sebagai masalah keamanan dan ketertiban.
"Pemerintah dianggap belum melihat masalah ini secara menyeluruh dan hanya fokus pada penanganan kerusuhan," kata Ray.
Menurutnya, penanganan kerusuhan tanpa menyelesaikan akar masalahnya hanya akan menjadi solusi sementara yang tidak efektif.
Ia mencontohkan salah satu tuntutan penting seperti reformasi institusi kepolisian yang belum mendapat perhatian serius dari kepala negara.
"Presiden Prabowo terlihat belum menangkap isu substansial yang menjadi tuntutan masyarakat," tegasnya.
Oposisi Kuat dan Reformasi DPR Jadi Kunci
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan