Informasi yang ia bocorkan mengenai metode rahasia CIA menyebabkan penangkapan dan eksekusi terhadap Adolf Tolkachev, seorang peneliti pertahanan Soviet yang menjadi aset berharga bagi Amerika Serikat.
Kasus Howard menunjukkan betapa berbahayanya seorang agen yang sakit hati dan memutuskan untuk berbalik melawan negaranya sendiri.
3. Ernest Hemingway, Sastrawan Legendaris yang Diduga Mata-Mata
Siapa sangka penulis legendaris Amerika, Ernest Hemingway, pernah terseret dalam dunia spionase? Menurut buku Writer, Sailor, Soldier, Spy, yang ditulis oleh mantan agen CIA Nicholas Reynold, Hemingway diduga pernah direkrut oleh NKVD (cikal bakal KGB) pada tahun 1940-an.
Dalam dokumen rahasia KGB yang diselundupkan dari Moskow, Hemingway diberi nama kode "Argo" dan ditugaskan untuk menyampaikan informasi politik kepada Soviet.
Namun, dokumen yang sama juga menyebutkan bahwa tidak ada informasi penting yang pernah ia berikan, yang mengindikasikan bahwa Hemingway adalah agen rahasia yang sangat buruk.
Uniknya, NKVD bukan satu-satunya badan intelijen yang mendekatinya. Ada bukti lain yang menunjukkan bahwa Hemingway juga pernah bekerja untuk Office of Strategic Services (OSS), agensi yang merupakan cikal bakal CIA.
4. Uri Geller, Pesulap yang Direkrut Mossad dan CIA
Uri Geller dikenal luas sebagai seorang mentalis dan pesulap yang mampu membengkokkan sendok dengan kekuatan pikiran.
Baca Juga: Adik Ipar Purbaya Yudhi Sadewa Cerita Soal Dua Iparnya: Satu Mundur, Satu Jadi Menkeu
Namun, di balik citranya di dunia hiburan, Geller diduga kuat pernah direkrut sebagai agen rahasia.
Sebuah film dokumenter BBC pada tahun 2013 mengklaim bahwa Geller pernah dilibatkan oleh Mossad (dinas rahasia Israel) dan CIA dalam beberapa operasi intelijen.
Keterlibatannya sebagai "mata-mata psikis" menunjukkan bagaimana badan intelijen dunia terkadang memanfaatkan individu dengan kemampuan unik untuk misi-misi non-konvensional.
Kemampuannya sebagai seorang selebritas memungkinkannya mengakses tempat-tempat dan orang-orang yang sulit dijangkau oleh agen biasa.
Berita Terkait
-
Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani
-
Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran
-
Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!
-
Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah
-
Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji
-
Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya