Suara.com - Pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Cianjur pada 2026 mendatang tidak akan lagi sama. Sebuah revolusi digital besar-besaran tengah disiapkan untuk meninggalkan cara-cara lama yang rentan masalah.
Gebrakan ini berpusat pada pendaftaran calon kades secara online dan potensi adopsi e-voting.
Di balik rencana ambisius ini, ada sejumlah fakta menarik yang menandai lompatan besar dalam penyelenggaraan pilkades. Berikut adalah 7 di antaranya.
1. Pesta Demokrasi Skala Besar di 30 Desa
Gebrakan digital ini bukan sekadar proyek percontohan di satu atau dua desa. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Cianjur akan langsung menerapkannya dalam Pilkades serentak yang melibatkan 30 desa sekaligus.
Ini menunjukkan keseriusan dan skala implementasi yang signifikan.
2. Ucapkan Selamat Tinggal pada Berkas Manual
Fakta paling revolusioner adalah penghapusan sistem pendaftaran manual. Calon kades tidak perlu lagi datang membawa tumpukan berkas.
DPMD Cianjur telah merancang platform digital di mana semua proses pendaftaran dan pengunggahan dokumen dilakukan secara online, sebuah langkah yang menghemat waktu dan tenaga.
Baca Juga: Ibu dan 2 Anak Tewas di Bandung, KPAI: Peringatan Serius Rapuhnya Perlindungan Keluarga
3. Kolaborasi Cerdas dengan Akademisi
Inovasi ini bukan hasil kerja pemerintah semata. Untuk memastikan sistem pendaftaran online berjalan andal dan akuntabel, DPMD Cianjur menggandeng Universitas Suryakancana (Unsur).
Keterlibatan akademisi memberikan jaminan kualitas teknis dan landasan ilmiah pada platform yang dikembangkan.
4. Dirancang untuk 'Membunuh' 4 Masalah Klasik
Sistem pendaftaran online ini bukan sekadar modernisasi, tetapi dirancang spesifik untuk memberantas empat masalah klasik yang sering muncul dalam pilkades:
- Berkas Hilang: Semua data tersimpan aman secara digital.
- Data Ganda: Sistem dapat memverifikasi dan mendeteksi duplikasi data.
- Verifikasi Lambat: Proses pengecekan berkas bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.
- Subjektivitas Panitia: Standar verifikasi menjadi lebih objektif berbasis sistem.
5. Era E-Voting Ada di Depan Mata
Tag
Berita Terkait
-
Ibu dan 2 Anak Tewas di Bandung, KPAI: Peringatan Serius Rapuhnya Perlindungan Keluarga
-
Aturan Baru Pilkades? Calon Kades Daftar Online Hingga E-Voting Untuk Cegah Kecurangan
-
CEK FAKTA: Prabowo Minta Rakyat Jarah Rumah Bahlil dan Lainnya?
-
CEK FAKTA: Rumah Roy Suryo Dijarah dan Dibakar Massa
-
DPR Soroti Efektivitas Dana Desa, Pertanyakan Jumlah Kades Dipenjara dan Biaya Politik Miliaran
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI
-
Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
-
Bantah Tudingan Zalim, Polisi Ungkap Perlakuan ke Roy Suryo dan dr Tifa di Tahanan
-
Bukan Soal Nafkah, Ini Alasan Utama Ruben Onsu Laporkan Masalah Anak ke KPAI
-
Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua, Wamendagri Ribka Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Listrik Jawa Byar Pet, Bos PLN Minta Maaf Sebelum Menghadap Prabowo di Istana