- Pemerintah perlu menyusun perencanaan yang jauh lebih spesifik dan terperinci untuk memastikan kesiapan IKN dalam menyongsong status barunya tersebut.
- Doli mempertanyakan kesiapan infrastruktur kunci di IKN, seperti kantor presiden, kantor kepresidenan, dan empat kantor menko.
- Pemindahan ASN harus dilakukan secara bertahap dan terencana agar tidak menimbulkan masalah baru.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyoroti target penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai ibu kota politik pada tahun 2028 yang semakin dekat.
Menurut Doli, pemerintah perlu menyusun perencanaan yang jauh lebih spesifik dan terperinci untuk memastikan kesiapan IKN dalam menyongsong status barunya tersebut.
Pernyataan Doli ini mengemuka di tengah pembahasan mengenai Peraturan Presiden (Perpres) terkait rencana penetapan IKN sebagai ibu kota politik.
"Targetnya 2028, itu kan tinggal sebentar lagi sebetulnya," ujar Doli ditemui di Kawasan Jakarta Barat, Senin (22/9/2025).
"Maka kemudian harus dibuat perencanaan yang lebih spesifik apa-apa saja yang harus dilakukan setiap tahun mulai dari 2026, 2027 sampai 2028," sambungnya.
Doli mempertanyakan kesiapan infrastruktur kunci di IKN, seperti kantor presiden, kantor kepresidenan, dan empat kantor menteri koordinator (menko).
"Apakah misalnya dengan adanya kantor presiden, kantor kepresidenan, kemudian ada 4 kantor menko, itu sudah bisa mulai dipergunakan kapan?" tanyanya.
Selain infrastruktur fisik, Doli juga menyoroti pentingnya perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ditempatkan di IKN.
"Katakanlah misalnya kalau tahun depan mungkin sudah harus dilakukan perencanaan bagaimana pengiriman atau pembinaan ASN-nya," jelas Doli.
Baca Juga: DPR Pertanyakan Konsep 'Ibu Kota Politik' IKN, Minta Penjelasan Mendagri
"Kan nggak mungkin ujuk-ujuk 2028 nanti semuanya dipindahi sekaligus kan itu pasti harus ada pentahapan-pentahapannya," sambungnya.
Menurutnya, pemindahan ASN harus dilakukan secara bertahap dan terencana agar tidak menimbulkan masalah baru.
"Nah, itu yang saya kira kemudian harus dijelaskan secara lebih rinci," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Soal IKN Jadi Ibu Kota Politik, Golkar Minta Penjelasan: karena Dalam UU-nya Tak Kenal Istilah Itu
-
Instruksi Bahlil: Kader Golkar Wajib Peka Sosial dan Kawal Program Nasional Tanpa Kompromi
-
Istana 'Spill' Arti Sebenarnya IKN Ibu Kota Politik: Bukan Dipisah dari Ibu Kota Ekonomi!
-
DPR Ragu Pindah ke IKN Tahun 2028? Puan: Tunggu Dulu, Belum Lihat Kajiannya
-
DPR Pertanyakan Konsep 'Ibu Kota Politik' IKN, Minta Penjelasan Mendagri
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Iran Pertimbangkan Usulan Damai AS, Tapi Tolak Negosiasi Langsung!
-
Personel Gugur saat Ops Ketupat, Kakorlantas Polri Sampaikan Duka Mendalam
-
Syarat Kesepakatan Damai, Iran Minta Penghentian Serangan ke Hizbullah di Lebanon
-
Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran
-
Sambut Rencana Operasi Darat AS, Iran Siapkan Jebakan Rantau dan Sistem Pertahanan Udara
-
Korlantas Polri Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret
-
Kakorlantas: 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta hingga Kamis Dini Hari
-
Viral Mobil Dinas Plat B Dipakai Mudik, Pemprov DKI: Bukan Milik Kami
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan