-
Tersangka kasus korupsi LNG Pertamina, Hari Karyuliarto, secara terbuka menyebut nama Ahok dan Nicke Widyawati (mantan Komut dan Dirut Pertamina) dan meminta mereka bertanggung jawab atas kasus tersebut.
-
KPK merespons pernyataan tersebut dengan menyarankan agar disampaikan langsung kepada penyidik, dan menduga Hari sengaja menyampaikannya kepada media untuk tujuan publisitas.
-
Kasus korupsi yang disidik KPK sejak 2022 ini telah merugikan negara sekitar $140 juta USD dan telah menjerat Karen Agustiawan, Yenni Andayani, dan Hari Karyuliarto.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons penyebutan nama mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok oleh salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di Pertamina tahun 2011–2021.
Nama Ahok diseret oleh mantan Direktur Gas Pertamina, Hari Karyuliarto, yang juga merupakan tersangka dalam kasus tersebut.
Saat berjalan memasuki Gedung Merah Putih KPK pada 25 September 2025, Hari Karyuliarto secara terbuka meminta pertanggungjawaban Ahok dan Nicke Widyawati (mantan Direktur Utama Pertamina).
"Untuk kasus LNG, saya minta Ahok dan Nicke (mantan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati) bertanggung jawab. Salam buat mereka berdua ya," ujar Hari Karyuliarto, dikutip dari Antara.
KPK Menduga Pernyataan Disengaja untuk Media
Menanggapi pernyataan tersebut, Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyarankan agar pernyataan itu seharusnya disampaikan langsung kepada penyidik di dalam ruang pemeriksaan.
"Harusnya disampaikannya ke penyidik," ujar Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/9) malam.
Meski demikian, Asep menduga bahwa Hari Karyuliarto sengaja menyampaikan pernyataan tersebut di luar ruang pemeriksaan agar diliput oleh media.
Walau begitu, ia meyakini bahwa informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak-pihak lain sudah disampaikan oleh tersangka kepada penyidik saat menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Siapa Menas Erwin Djohansyah? Dirut PT Wahana yang Ditangkap KPK Pakai Sandal Jepit
Kasus dugaan korupsi pengadaan LNG ini mulai disidik KPK sejak 6 Juni 2022. Kasus ini ditaksir merugikan keuangan negara sekitar 140 juta Dolar AS.
Pada 19 September 2023, KPK menetapkan Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina periode 2011–2014, sebagai tersangka. Karen telah divonis 9 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor pada 24 Juni 2024, dan kemudian diperberat oleh Mahkamah Agung menjadi 13 tahun penjara pada 28 Februari 2025.
Selain Karen, KPK juga menetapkan dua tersangka baru pada 2 Juli 2024, yaitu mantan Pelaksana Tugas Dirut Pertamina Yenni Andayani dan Hari Karyuliarto sendiri. Keduanya resmi ditahan KPK pada 31 Juli 2025. Penyebutan nama Ahok dan Nicke oleh tersangka ini diperkirakan akan memperluas fokus penyidikan KPK ke jajaran pimpinan Pertamina di periode yang relevan.
Tag
Berita Terkait
-
KPK Sebut Ustaz Khalid Paling Tahu Siapa Oknum Kemenag Penerima Uang Percepatan Haji
-
Skandal Suap di MA Kembali Terungkap: KPK Tangkap Dirut PT Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah
-
'DP Dulu, Urusan Belakangan': KPK Bongkar Suap Rp9,8 Miliar untuk Hasbi Hasan
-
Sudah 3 Kali Mangkir, Menas Erwin Akhirnya Dijemput Paksa KPK di BSD
-
KPK Resmi Tahan Direktur PT WA Menas Erwin Djohansyah Tersangka Suap Eks Sekretaris MA
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz
-
Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam
-
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat
-
H+5 Lebaran: Arus Balik Cianjur Masih Padat Merayap, Motor Mendominasi Jalur Puncak!
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg