- BGN telah meluncurkan dua nomor hotline pengaduan, 088293800268 dan 088293800376, untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Hotline ini berfungsi sebagai saluran pelaporan, terutama untuk kasus darurat seperti keracunan
- BGN secara aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan MBG
Suara.com - Mengantisipasi potensi masalah di lapangan, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dengan meluncurkan saluran pengaduan (hotline) khusus untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat kini bisa secara langsung melaporkan temuan kasus keracunan atau penyimpangan lainnya melalui dua nomor telepon khusus.
Langkah ini diambil untuk memastikan program strategis ini berjalan sesuai standar dan aman untuk dikonsumsi. BGN secara resmi menyediakan dua nomor hotline yang bisa dihubungi, yakni 088293800268 (Operator 1) dan 088293800376 (Operator 2). Setiap laporan yang masuk akan segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan bahwa keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci utama untuk mengawasi kelancaran program MBG di seluruh Indonesia.
“Kami ingin pelaksanaan MBG berjalan transparan dan berkualitas. Karena itu, masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aduan maupun masukan,” kata Nanik dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (28/9/2025).
Menurut Nanik, partisipasi publik akan menjadi senjata ampuh bagi pemerintah untuk merespons setiap insiden di lapangan dengan cepat dan efektif. Keberadaan hotline ini diharapkan dapat memangkas birokrasi dan memastikan setiap keluhan tertangani.
“Dengan adanya saluran aduan, masyarakat bisa ikut mengawal agar program tepat sasaran,” ujarnya.
Secara resmi, hotline pengaduan MBG akan melayani aduan setiap hari Senin hingga Jumat, pada pukul 09.00–22.00 WIB. Namun, untuk kasus-kasus darurat seperti keracunan, BGN memastikan layanan ini siaga penuh.
Saluran ini tidak hanya berfungsi sebagai corong pengaduan. Masyarakat juga dapat memanfaatkannya sebagai pusat informasi untuk bertanya mengenai teknis program, jadwal distribusi pangan, hingga standar kualitas gizi yang diterapkan dalam setiap porsi makanan.
Sebelumnya, Nanik juga secara terbuka meminta masyarakat untuk menjadi "mata dan telinga" pemerintah dengan ikut mengawasi operasional dapur-dapur MBG, yang secara resmi disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Terungkap! 2 Bakteri Ganas Ini Jadi Biang Kerok Ribuan Siswa di Jabar Tumbang Keracunan MBG
“Mohon ikut menjadi pengawas untuk operasional dapur-dapur MBG. Dan bila terjadi hal-hal yang bapak-ibu ketahui ternyata di luar nalar atau di luar SOP dan lain-lainnya, maka mohon laporkan kami 24 jam,” tegas Nanik dalam konferensi pers di Hotel Artotel Cibubur, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025).
Ia secara spesifik menekankan kesiapsiagaan hotline untuk menangani laporan insiden keracunan yang membutuhkan penanganan segera.
“Nanti bisa 24 jam menelpon ke BGN. Bahkan bila terjadi keracunan bisa segera atau terjadi masalah-masalah lain bisa langsung menelepon,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Terungkap! 2 Bakteri Ganas Ini Jadi Biang Kerok Ribuan Siswa di Jabar Tumbang Keracunan MBG
-
Ribuan Anak Keracunan MBG, IDAI Desak Evaluasi Total dan Beri 5 Rekomendasi Kunci
-
Cak Imin: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Lanjut, Kasus Keracunan Hanya 'Rintangan' Awal
-
Nyaris 7.000 Siswa Keracunan, Cak Imin Janji Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis
-
JPPI Desak Pemerintah Tetapkan KLB Akibat Ribuan Kasus Keracunan MBG: Apa Arti dan Dampaknya?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Membaca Radar Hashim: Siapa Pejabat di Kabinet yang Terancam Dicopot?
-
Kejagung Sinyalir 26 Perusahaan Terlibat Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Capai Rp14 Triliun
-
Korban Bencana Sumatra Dapat Kompensasi hingga Rp 60 Juta Lebih, Ini Rinciannya
-
Kemensos Mulai Salurkan Santunan Korban Banjir Sumatra ke Ahli Waris, Segini Nominalnya
-
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
-
Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane
-
2 Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Diserang OTK di Papua, Polisi Buru Pelaku
-
Tuntutan Guru Madrasah, Wakil Ketua DPR: Prosesnya Tak Seperti Makan Cabai, Langsung Pedas
-
Sebut Trenggono Menteri Sahabat, Purbaya Jawab Soal Mandeknya Order Kapal dari Inggris
-
Dua Pilot Tewas, Polisi Terobos Medan Ekstrem Usai Pesawat Smart Air Ditembaki di Boven Digoel