-
Kejagung mengonfirmasi lebih dari 20 saksi sudah diperiksa terkait dugaan korupsi akuisisi saham PT Saka Energi.
-
Pemeriksaan melibatkan pihak dari PT Saka Energi dan induk usahanya, PGN.
-
Penggeledahan kantor PT Saka di Tower Manhattan, Jakarta, menghasilkan penyitaan dokumen penting untuk penyidikan.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku telah memeriksa puluhan saksi terkait dengan dugaan korupsi proses akuisisi saham Blok Ketapang terkait dengan PT Saka Energi Indonesia (SEI) periode 2012-2015.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna mengatakan, kekinian telah ada lebih dari 20 orang saksi yang jalani pemeriksaan.
“Lebih dari 20 (saksi),” kata Anang, kepada wartawan, Senin (29/9/2025).
Kendati demikian, Anang tidak merinci soal siapa saja pihak yang berasal dari pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) dan anak usahanya PT SEI.
“Sudah pasti, sudah pastilah diperiksa orang-orang yang terkait PT Saka. Kalau terlibat di situ pasti ada saksi-saksi orang dari PT Saka sendiri, dari PGNnya yang terkait pasti,” jelas Anang.
Kejagung sebelumnya menggeledah kantor PT Saka Energi Indonesia (SEI) di Tower Manhattan Jakarta pada Kamis (25/9/2025) lalu.
Penggeledahan dilakukan usai Korps Adhyaksa menaikan status penyelidikan ke tahap penyidikan sejak Maret 2025.
Penyidik ini berlandaskan pada surat perintah penyidikan nomor PRINT-21/F.2/Fd.2/032025.
Dari hasil penggeledahan tersebut, pihak penyidik telah menyita sejumlah dokumen penting.
Baca Juga: Jejak Riza Chalid Terus Diburu, Kejagung Periksa Saksi Kunci Korupsi Pertamina
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya