- Dadan mengungkapkan keprihatinannya terkait tingginya kasus keracunan dalam program MBG selama dua bulan terakhir.
- Pentingnya evaluasi menyeluruh dan penegakan disiplin terhadap SOP untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan aman bagi masyarakat.
- BGN akan terus berupaya meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.
Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan keprihatinannya terkait tingginya kasus keracunan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama dua bulan terakhir.
Hal ini disampaikan Dadan dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI yang membahas penanganan program MBG, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/20/2025).
Menurut Dadan, peningkatan kasus kejadian tersebut sebagian besar disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
"Kita bisa identifikasi bahwa kejadian itu rata-rata karena SOP yang kita tetapkan tidak dipatuhi dengan seksama," ujar Dadan di hadapan DPR.
Dadan memberikan beberapa contoh pelanggaran SOP yang ditemukan di lapangan:
- Pembelian Bahan Baku: Seharusnya pembelian bahan baku dilakukan H-2 (dua hari sebelum produksi), namun ditemukan kasus di mana pembelian dilakukan H-4 (empat hari sebelum produksi). Hal ini berpotensi mempengaruhi kualitas dan kesegaran bahan baku.
- Waktu Prosesing dan Pengiriman: BGN telah menetapkan bahwa proses memasak hingga pengiriman (delivery) makanan tidak boleh lebih dari 6 jam, dengan waktu optimal 4 jam. Namun, di beberapa daerah seperti Bandung, ditemukan pelanggaran serius.
"Seperti di Bandung itu ada yang memasak dari jam 9 dan kemudian di delivery-nya ada yang sampai jam 12, ada yang jam 12 lebih," jelas Dadan.
Dadan menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh dan penegakan disiplin terhadap SOP untuk memastikan program MBG berjalan efektif dan aman bagi masyarakat.
Pihak BGN akan terus berupaya meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.
Baca Juga: 2 Cucu Korban MBG, Mahfud MD Ungkit Data Keracunan Siswa Versi Prabowo: Ini Bukan Persoalan Angka!
Berita Terkait
-
Usai 21 Siswa SDN 01 Gedong Keracunan MBG, Plt Kepsek: untuk Sementara Kami Setop!
-
Ahli UGM Kritik MBG di Sidang MK: Kenapa Bukan Pendidikan Gratis untuk Seluruh Warga hingga Kuliah?
-
SPPG Dicap Biang Kerok Kasus Keracunan Massal MBG, BGN: Mereka Tak Patuhi SOP!
-
2 Cucu Korban MBG, Mahfud MD Ungkit Data Keracunan Siswa Versi Prabowo: Ini Bukan Persoalan Angka!
-
2 Cucu Mahfud MD Jadi Korban Keracunan MBG di Jogja: Muntah-muntah Sampai Dirawat 4 Hari di RS
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka
-
Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
-
Indonesia Menuju 300 Juta Penduduk, Siapkah Negara Menghadapinya?
-
Dasco Sebut Tak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite dan Pertamax: Stok BBM Kita Cukup
-
Terungkap! Motif Keji Pembunuhan Mayat dalam Freezer di Bekasi, Gara-gara Tolak Ajakan Merampok
-
BGN Tegaskan 93 Persen Anggaran MBG Langsung untuk Masyarakat, Bantah Isu Dana Rp335 Triliun
-
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Polisi Belum Temukan Keterlibatan Warga Sipil
-
DPR Apresiasi Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM, Dasco: Masyarakat Jangan Panik dan Menimbun
-
Polisi Ungkap Motif di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Karyawan Ayam Goreng di Bekasi
-
Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran