- Peresmian Toko Mandiri yang dinisiasi oleh PNS DKI disambut suka cita oleh komunitas difabel.
- Toko Mandiri dibangun untuk memperdayakan kalangan difabel agar bisa mandiri
- Perwakilan komunitas difabel pun merasa makin percaya diri untuk berkarier sebagai wiraswasta.
Suara.com - Toko Mandiri Indogrosir (TMI) Difabel resmi hadir di Jalan Mandor Hasan, Bambu Apus, Jakarta Timur. Toko hasil kolaborasi Bank Jakarta dan Indogrosir ini menjadi wadah pemberdayaan sekaligus ruang belajar bagi penyandang disabilitas, khususnya tuna grahita, untuk mengelola usaha ritel modern.
Di balik berdirinya TMI Difabel, ada sosok Sukarmi Ningsih. Ia merupakan pegawai negeri sipil di Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah lebih dari 25 tahun tinggal di kawasan Bambu Apus. Dengan kepeduliannya, Sukarmi berupaya menghadirkan ruang usaha yang bisa memberi kesempatan difabel untuk mandiri dan berkarya.
Bagi Sukarmi, TMI Difabel bukan sekadar toko. Inisiatif ini menjadi simbol perjuangan agar difabel dipandang setara sebagai pelaku usaha.
“Saya ingin menunjukkan bahwa difabel juga bisa berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya menunggu bantuan, namun bisa berkarya, mengelola usaha, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya penuh optimistis ditulis pada Jumat (3/10/2025)
Program tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong inklusi bagi kelompok difabel. Mulai dari kesempatan kerja sebagai PNS, penyediaan fasilitas umum yang ramah difabel, hingga program pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi lintas sektor.
Melalui TMI Difabel, peran berbagai pihak digabungkan: komunitas difabel sebagai pengelola usaha, Indogrosir sebagai penyedia model ritel, serta Bank Jakarta yang memberi dukungan layanan keuangan. Sinergi ini menjadi jembatan nyata dalam membuka peluang kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
“Terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak, termasuk kepada Bank Jakarta sebagai mitra yang selalu hadir mendukung langkah menuju kemandirian,” tutur Sukarmi.
Direktur Bisnis & Syariah Bank Jakarta, Dipo Nugroho, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperluas ekosistem usaha inklusif melalui dukungan terhadap TMI Difabel.
“Bank Jakarta percaya bahwa pembangunan ekonomi harus bersifat inklusif. Dukungan kami terhadap TMI Difabel adalah bagian dari strategi keberlanjutan Bank Jakarta dalam memperluas akses layanan keuangan, sekaligus membangun ekosistem UMKM yang berkeadilan,” ucap Dipo.
Baca Juga: Viral Petugas SPPG Cuci Ompreng MBG Asal-asalan: Dilempar hingga Ngambang di Air Kotor!
Difabel Shop yang berdiri di bawah TMI juga difungsikan sebagai Agen JakOne Abank. Melalui layanan tersebut, masyarakat sekitar dapat melakukan berbagai transaksi perbankan, seperti setor tarik tunai, pembayaran tagihan, hingga pembelian pulsa dan top up saldo.
Selain mendukung inklusi keuangan digital, layanan itu juga memberikan tambahan penghasilan bagi pengelola toko. Hal ini memperkuat posisi TMI Difabel sebagai model usaha ritel sekaligus pusat layanan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa peran TMI Difabel menjadi bagian dari visi bank daerah dalam mendukung pembangunan sosial.
“Melalui TMI Difabel, Bank Jakarta terus mengupayakan mengambil peran sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada layanan finansial, tetapi juga aktif mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok difabel, agar dapat tumbuh bersama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang maju, modern, dan berkeadilan,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Viral Petugas SPPG Cuci Ompreng MBG Asal-asalan: Dilempar hingga Ngambang di Air Kotor!
-
Ada Skenario Apa Ba'asyir ke Solo? Rocky Gerung Sebut Jokowi Cemas: Tak Punya Lagi Backup Politik!
-
Tepis Siswi Tewas karena MBG, Laporan Dinkes Bandung Barat Dicorat-coret Dosen ITB: Saya Gak Tahan!
-
Geger Siswi SMKN 1 Cihampelas Meninggal karena MBG? Begini Kronologi Versi Dinkes Bandung Barat
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak
-
Update RUU Perampasan Aset, Dasco: Komisi III Sedang Belanja Masalah dan Susun Draf RUU
-
Aksi Koboi Curanmor di Tanjung Duren Terekam CCTV, Polisi Ringkus Dua Pelaku
-
Pembangunan Huntap di Tapanuli Terus Berjalan, Kerangka Rumah dan Batu Bata Tersusun Rapi
-
TNI dan Warga Gotong Royong, Tempat Ibadah, dan Sekolah di Tapanuli dan Aceh Kinclong Lagi
-
Eros Djarot Kritik Pedas Kondisi Bangsa: Indonesia Menjadi Nation Without Values
-
Audiensi 7 Pemda, Wamensos Agus Jabo Tekankan Dinsos Ujung Tombak Pemutakhiran Data
-
Ketua IDAI Yakin Mutasi dari RSCM ke RS Fatmawati adalah Hukuman karena Kritis ke Pemerintah?
-
Bukan Cuma Partai di Senayan, Komisi II DPR Bakal Libatkan Partai Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu