- Kementerian Agama akan segera merumuskan standar bangunan khusus untuk pesantren di seluruh Indonesia
- Peraturan mengenai standar bangunan ini akan dibahas dan disusun bersama para kiai
- Kemenag akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan standar teknis konstruksi
Suara.com - Tragedi maut yang merenggut nyawa sejumlah santri di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, akibat bangunan musala yang ambruk, menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia.
Merespons insiden memilukan ini, Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan akan segera merumuskan standar baku keamanan dan kelayakan bangunan di lingkungan pesantren seluruh Indonesia untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan perlunya ada ketentuan terkait standar bangunan agar peristiwa nahas ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Pernyataan ini disampaikan melalui Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, yang menekankan bahwa aturan ini akan disusun secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di dunia pesantren.
“Kita semua tentu prihatin atas peristiwa bangunan ambruk di Pesantren Al Khoziny. Kami mendoakan para korban wafat dalam keadaan syahid dan mereka yang luka bisa segera sembuh. Terkait standar bangunan, itu akan kita bahas bersama dengan para kyai, gus, dan stakeholders pesantren,” terang Thobib Al Asyhar dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Jumat (3/10/2025).
Peristiwa ambruknya bangunan tiga lantai di Ponpes Al Khoziny terjadi saat para santri tengah beribadah. Insiden ini diduga kuat disebabkan oleh kegagalan konstruksi saat proses pengecoran lantai tiga.
Tragedi ini mendapat perhatian serius dari Menteri Agama, yang langsung turun meninjau lokasi beberapa hari pasca kejadian untuk menunjukkan empati dan memahami akar permasalahan secara langsung.
“Menag sudah berkunjung beberapa hari lalu. Menag melihat langsung sebagai upaya Kemenag memahami masalah dan berempati kepada para korban dan pesantren. Menag hadir untuk mengetahui dan melihat langsung apa yang terjadi di sana,” sebut Thobib.
Kemenag memandang insiden ini sebagai pelajaran berharga yang harus menjadi momentum untuk perbaikan sistemik.
Baca Juga: "Minum Air Terasa Seperti Mimpi," Kisah Alfatih, Santri Terkubur 2 Malam di Reruntuhan Al Khoziny
Langkah konkret yang akan diambil adalah menyusun prosedur pembangunan yang aman dan memastikan setiap gedung di lingkungan pesantren dapat memberikan jaminan keamanan serta kenyamanan bagi para santri.
“Kemenag berkepentingan melakukan perbaikan ke depan bersama pesantren untuk menjaga dan memastikan seluruh gedung bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi santri. Ini akan kami diskusikan bersama pimpinan pesantren, terkait prosedur pembangunan,” papar Thobib.
Untuk memastikan standar yang disusun komprehensif dan sesuai dengan kaidah teknis, Kemenag juga akan menggandeng kementerian lain. Koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pihak terkait lainnya akan dilakukan untuk sosialisasi dan transfer pengetahuan mengenai standar konstruksi yang aman.
“Kami di Kemenag ingin membersamai warga pesantren agar hal ini tidak terjadi di masa mendatang. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PU (Pekerjaan Umum) dan pihak terkait untuk mensosialisasikan dan memberikan pengetahuan agar seluruh proses pembangunan ke depan sesuai standar,” sambungnya.
Di tengah duka yang menyelimuti, Kemenag berupaya meyakinkan publik bahwa pesantren tetap merupakan lembaga pendidikan yang aman dan kredibel.
Pesantren Al Khoziny sendiri telah berkiprah lebih dari satu abad dan melahirkan banyak tokoh bangsa, termasuk pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari.
Berita Terkait
-
Tragedi Ponpes Al Khoziny: Desain Bangunan Disorot, Kabar Bau Anyir Picu Kesedihan Netizen
-
"Minum Air Terasa Seperti Mimpi," Kisah Alfatih, Santri Terkubur 2 Malam di Reruntuhan Al Khoziny
-
Polisi Larang Warga Berkerumun di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny: Kasih Kami Kesempatan!
-
Tragedi Ponpes Al Khoziny: Korban Jiwa Bertambah Jadi 9 Orang
-
Korban Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk Jadi 11 Orang, 54 Lainnya Masih Dicari
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Peran Keuchik Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabenca
-
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob
-
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!