- Video Wapres Gibran disapa peserta CPNS Optimalisasi viral di media sosial karena tanggapannya yang singkat, memicu beragam komentar warganet.
- Banyak netizen menilai Gibran tampak tidak memahami istilah optimalisasi, sementara sebagian lain menilai pertanyaannya kurang tepat.
- Program CPNS Optimalisasi sendiri merupakan kebijakan pemerintah untuk mengisi formasi kosong dengan peserta berperingkat tinggi yang memenuhi syarat.
Suara.com - Sebuah video singkat memperlihatkan momen Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disapa oleh seorang peserta CPNS program Optimalisasi mendadak viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun X (Twitter) @PaltiHutabarat dan langsung menarik perhatian warganet karena tanggapan singkat Gibran.
Dalam video itu, seorang perempuan yang mengaku sebagai peserta CPNS Optimalisasi meminta pesan kepada Gibran sebelum dirinya berangkat ke Ambon untuk bertugas di RRI.
“Bapak, izin bapak. Boleh pesan-pesan buat CPNS Optimalisasi, saya dari Jakarta ditempatkan di Ambon,” ucap perempuan tersebut sambil merekam.
“Oh optimalisasi ya,” jawab Gibran singkat dari dalam mobil.
“Di RRI,” timpal sang perempuan.
Namun karena tampak sedang terburu-buru, Gibran hanya merespons, “Nanti yah.”
“Siap, terima kasih bapak!” balas peserta itu dengan antusias.
Meski singkat, momen tersebut memancing banyak komentar. Sebagian warganet menganggap Gibran tidak memahami istilah optimalisasi dalam konteks rekrutmen CPNS.
Baca Juga: Minta Maaf Usai Viral, Legislator Dheninda Chaerunnisa Bantah Cibir Pendemo: Ya Allah, Buat Apa?
“Nanya tuh pakai bahasa yang sederhana, jangan susah-susah kayak optimalisasi. Ra mudeng,” tulis akun @cur****.
Yang lain menambahkan, “Tinggal ngasih semangat aja nggak bisa. Kayaknya emang nggak paham optimalisasi itu apa.”
Namun ada pula yang menilai sang penanya terlalu iseng menanyakan hal teknis di situasi yang kurang tepat. “Memang nggak semua orang tahu soal CPNS Optimalisasi. Tapi ya momen begini kan nggak pas,” komentar seorang netizen lain.
Sebagai informasi, program CPNS Optimalisasi merupakan kebijakan pemerintah untuk mengisi formasi jabatan kosong setelah seleksi CPNS tahap awal.
Melalui kebijakan ini, pelamar yang tidak lulus di formasi pilihan utama tetapi memiliki peringkat tinggi dan memenuhi passing grade, bisa ditempatkan di formasi lain yang serupa.
Tujuannya agar tidak ada formasi ASN yang terbuang dan kebutuhan pegawai di instansi pemerintahan bisa terpenuhi secara merata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata
-
Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Zulhas Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027 Meski Ada Ancaman El Nino Godzilla
-
Respons Arahan Presiden, BGN Segera Operasikan 900 SPPG untuk Jangkau Daerah Terpencil
-
Tentara Angkatan Laut Bunuh Istri Sendiri, Mayatnya Disimpan di Kulkas
-
Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan
-
Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata