- Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) mengumumkan aksi nasional bertajuk #IndonesiaCemas di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2025).
- Aksi ini digelar sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran yang dinilai belum berpihak pada rakyat.
- BEM SI mengajak mahasiswa, masyarakat, dan perempuan Indonesia untuk bergabung serta membuka donasi logistik bagi peserta aksi.
Suara.com - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi nasional di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (20/10/2025) pukul 13.00 WIB.
Aksi tersebut digelar untuk menandai satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mengusung tema #Indonesia(C)emas dengan tagar #1TahunCukup dan #1TahunMasalahBeruntun, BEM SI menyebut aksi ini sebagai bentuk evaluasi atas kinerja pemerintahan yang dinilai belum berpihak pada rakyat.
Dalam Instagram resminya @bem_si, dikutip Senin (20/10/2025), BEM SI menulis:
“Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Perempuan Indonesia!
Melihat Momentum 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang semakin hari, semakin membuatkan kita cemas tentang keberlangsungan Masa depan Indonesia.
Oleh Karena itu saatnya kita lakukan sebuah pergerakan untuk mengkawal dan mendorong kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat untuk dibatalkan.”
Dalam unggahan tersebut, BEM SI menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa, masyarakat, dan perempuan Indonesia untuk bergabung dan “merapatkan barisan” dalam aksi yang akan digelar “sampai menang”.
Selain seruan aksi, BEM SI juga membuka donasi logistik bagi peserta demonstrasi. Bantuan yang diminta meliputi air mineral, makanan ringan, masker, serta perlengkapan P3K.
Donasi uang dapat dikirim melalui rekening atas nama Intan Cahaya Ramadhani, yang tercantum sebagai koordinator bidang perempuan BEM SI.
Baca Juga: Demo di Depan Trans7 Mampang Usai, Polisi: Lalin Dialihkan Bukan Diblokade Massa
BEM SI turut membagikan surat instruksi aksi nasional yang ditandatangani oleh Koordinator Pusat, Muzzamil Ihsan.
Dengan ajakan kepada seluruh mahasiswa di berbagai daerah untuk turut serta menyalakan gelombang perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai menyimpang dari kepentingan rakyat.
Aksi ini diperkirakan akan berlangsung sejak pukul 13.00 WIB, dengan pusat kegiatan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas disebut akan ikut serta.
Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi