- Penertiban dilakukan setelah pemerintah memberikan tiga kali surat peringatan kepada pedagang yang menolak pindah.
- Pemprov juga memastikan barang-barang milik pedagang yang belum sempat diambil telah diamankan dan bisa diambil kapan pun.
- Pramono menegaskan, pemerintah daerah berupaya mengedepankan pendekatan manusiawi dalam proses penertiban.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proses pembubaran dan penertiban kios di Pasar Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berlangsung tanpa insiden dan dilakukan secara humanis.
Penertiban dilakukan setelah pemerintah memberikan tiga kali surat peringatan kepada pedagang yang menolak pindah ke lokasi relokasi di Lenteng Agung.
“Berkaitan dengan Barito, sekarang ini sudah dibersihkan. Dan tadi pelaksanaan pembersihan karena sudah diberikan SP1, SP2, SP3,” kata Pramono di RS Sumber Waras, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, seluruh tahapan telah melalui mekanisme administratif sesuai aturan yang berlaku.
Pemprov juga memastikan barang-barang milik pedagang yang belum sempat diambil telah diamankan dan bisa diambil kapan pun.
“Bagi para pedagang yang belum sempat mengambil, maka semua barang-barangnya kita tempatkan di tempat yang kemudian bisa diambil kapan saja. Tetapi alhamdulillah pelaksanaan di lapangan dari jam 5 pagi tadi sampai sekarang berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pramono menegaskan, pemerintah daerah berupaya mengedepankan pendekatan manusiawi dalam proses penertiban. Ia menilai langkah ini penting agar tidak menimbulkan gesekan di lapangan.
"Alhamdulillah pelaksanaan di lapangan dari jam 5 pagi tadi sampai sekarang berjalan dengan baik. Kami sangat humanis, manusiawi sekali. Dan sekarang ini 125 kios yang di Lenteng Agung sudah semuanya selesai," ucapnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI mengungkap adanya praktik monopoli kios di Pasar Barito. Dari total 158 kios, lebih dari separuh dikuasai segelintir pedagang yang menyewakan kembali kepada pihak lain. Pemerintah menilai praktik tersebut melanggar prinsip keadilan bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Ingin 'Boyong' IKJ dari Cikini ke Kota Tua, Begini Reaksi Kampus
Relokasi pedagang ke Lenteng Agung menjadi salah satu upaya mengakhiri praktik monopoli itu sekaligus menata ulang kawasan menjadi ruang publik yang lebih tertib dan ramah warga.
Berita Terkait
-
Ricuh! Penggusuran Pasar Barito Berujung Blokade Jalan: Pedagang Melawan!
-
Sambangi Balai Kota, Gus Ipul 'Tagih' Pramono Sekolah Rakyat Permanen: Kami Harap Dukungan Lahan
-
Jakarta Krisis Lahan Makam, Pramono Minta Anak Buahnya Cari Tempat Baru
-
Komisaris Transjakarta Pilihannya Ikut Demo Trans7, Begini Respons Pramono
-
Gubernur Pramono Anung Ingin 'Boyong' IKJ dari Cikini ke Kota Tua, Begini Reaksi Kampus
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap