-
Baharuddin Lopa menjabat Jaksa Agung (Juni–Juli 2001) dan langsung menggebrak dengan mengusut kasus-kasus korupsi kakap.
-
Punya prinsip "Beranilah menjadi benar meskipun sendirian!".
-
Wafat hanya sebulan setelah menjabat di Riyadh, Arab Saudi, di tengah upayanya memberantas korupsi.
Kepergian Mendadak yang Penuh Teka-Teki
Di tengah kesibukan luar biasa menangani kasus-kasus sensitif, Lopa mendadak jatuh sakit.
Tepat sebulan setelah dilantik, saat sedang kunjungan kerja untuk serah terima jabatan Duta Besar RI untuk Arab Saudi (posisi Lopa sebelumnya) sekaligus menunaikan ibadah umrah, Lopa mual, muntah, dan tak sadarkan diri pada 2 Juli 2001 di Riyadh.
Keesokan harinya, 3 Juli 2001, Baharuddin Lopa dinyatakan meninggal dunia.
Meskipun penyebab resmi kematiannya disebut serangan jantung akibat kelelahan kerja, kepergiannya yang begitu cepat di tengah upaya membongkar korupsi besar menyisakan duka mendalam dan memicu spekulasi di kalangan publik dan media.
Spekulasi ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Alwi Shahab yang mencatat kejanggalan pada diagnosis pembuluh darah menyempit, serta pengakuan Lopa sendiri kepada Sekretaris Jenderal PKB, Muhaimin Iskandar, bahwa ada tiga orang yang mendesaknya mundur dari jabatan Jaksa Agung.
Prinsip moralitas Lopa terangkum dalam kata-katanya yang terkenal: "Banyak yang salah jalan tapi merasa tenang karena banyak teman yang sama-sama salah. Beranilah menjadi benar meskipun sendirian!”
Baharuddin Lopa barangkali menjadi eksemplar terakhir penegak hukum yang tetap teguh di tengah hantaman meorostnya moral pejabat dan pebisnis korup.
Baca Juga: Prabowo Panggil Menteri, Nasib Utang Whoosh Rp116 Triliun di Ujung Tanduk?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Warteg di Manggarai Hangus Terbakar Usai Ledakan Gas, Kerugian Capai Rp230 Juta
-
Status Tahanan Rumah Eks Menag Yaqut Bikin Geger, Dewas KPK Turun Tangan
-
Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!
-
WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng