-
Presiden Trump mendesak Partai Republik untuk mengalihkan subsidi asuransi kesehatan ACA (ObamaCare) menjadi BLT.
-
Trump ingin ratusan miliar dolar subsidi yang saat ini masuk ke perusahaan asuransi dialihkan.
-
Usulan ini muncul di tengah penutupan pemerintahan AS terpanjang, di mana Partai Demokrat dan Republik berselisih.
Suara.com - Lanskap politik Amerika Serikat kembali memanas dengan usulan kontroversial dari Presiden Donald Trump terkait sistem layanan kesehatan.
Trump mendesak para senator dari Partai Republik agar mengalihkan dana federal yang selama ini digunakan untuk mensubsidi biaya asuransi kesehatan di bawah Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act/ACA), atau yang dikenal sebagai ObamaCare, menjadi pembayaran tunai langsung kepada masyarakat.
Konsep usulan ini mirip dengan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diterapkan di Indonesia.
Melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump secara eksplisit menargetkan ratusan miliar dolar yang saat ini mengalir ke perusahaan asuransi.
“Saya merekomendasikan kepada Senat Republik agar Ratusan Miliar Dolar yang saat ini dikirim ke Perusahaan Asuransi yang menyedot uang untuk menyelamatkan layanan kesehatan buruk yang disediakan oleh ObamaCare, DIKIRIM LANGSUNG KE RAKYAT AGAR MEREKA DAPAT MEMBELI LAYANAN KESEHATAN MEREKA SENDIRI YANG JAUH LEBIH BAIK dan memiliki sisa uang,” tulis Trump, dikutip Minggu (9/11/2025).
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan dari Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai detail teknis bagaimana rencana "BLT" yang diusulkan oleh Trump ini akan diimplementasikan.
Usulan radikal Trump ini muncul satu hari setelah Senator Republik menolak kesepakatan yang diajukan oleh pemimpin minoritas Demokrat, Chuck Schumer, untuk membuka kembali pemerintahan AS yang telah mengalami penutupan (government shutdown) terpanjang dalam sejarah AS, sejak 1 Oktober 2025.
Perbedaan pendapat antara legislator terkait cara mengakhiri penutupan pemerintah semakin meruncing.
Partai Demokrat bersikeras bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) pendanaan harus mencakup subsidi perawatan kesehatan bagi 24 juta warga AS yang akan berakhir pada akhir tahun.
Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Mulai Cair! Cek Status Penerima dan Solusi Jika Dana Belum Diterima
Di sisi lain, Partai Republik—yang berpihak pada pemerintahan Trump—menuntut agar Kongres lebih dahulu mengesahkan RUU pendanaan tanpa syarat agar pemerintahan dapat dibuka kembali, sebelum membahas isu-isu lainnya.
Ide Trump ini mendapat dukungan terbuka dari dua anggota parlemen Republik, yaitu Senator AS James Lankford dari Oklahoma dan Lindsey Graham dari Carolina Selatan.
Mereka sepakat bahwa subsidi ACA selama ini hanya memompa uang kepada perusahaan asuransi, dan bukannya langsung membantu rakyat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik.
Dukungan ini mengindikasikan bahwa usulan cash payment (pembayaran tunai) alih-alih subsidi korporasi akan menjadi salah satu alat tawar menawar utama dalam perdebatan anggaran di Kongres.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja