- KPK mengintensifkan penyidikan dengan memeriksa dua tenaga ahli Heri Gunawan, menandakan upaya untuk mendalami peran dan aliran dana yang terkait langsung dengan tersangka
- Heri Gunawan bersama rekannya, Satori, telah resmi menyandang status tersangka sejak 7 Agustus 2025 dalam kasus dugaan korupsi dana CSR dari Bank Indonesia dan OJK
- Selain staf ahli, KPK juga memanggil saksi dari berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan mahasiswa, menunjukkan bahwa penyelidikan mencakup berbagai pihak yang diduga mengetahui, melihat, atau terlibat dalam pusaran kasus ini
Suara.com - Penyidikan kasus dugaan korupsi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) semakin mendalam. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini memfokuskan pemeriksaannya pada orang-orang terdekat tersangka, termasuk dua tenaga ahli dari anggota DPR RI periode 2019-2024, Heri Gunawan.
Langkah ini menandai babak baru dalam upaya KPK membongkar dugaan penyelewengan dana Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dan Penyuluh Jasa Keuangan (PJK) periode 2020–2023. Kedua staf ahli tersebut dipanggil untuk memberikan keterangan penting terkait peran dan pengetahuan mereka dalam kasus yang menjerat atasannya.
“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama MAT dan HM selaku tenaga ahli dari anggota DPR RI periode 2019-2024 Heri Gunawan,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (13/11/2025).
Pemanggilan ini memperkuat sinyal bahwa KPK sedang menelusuri jejak dan aliran dana yang diduga diselewengkan. Heri Gunawan (HG), bersama rekannya di Komisi XI DPR RI, Satori (ST), telah ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah sejak 7 Agustus 2025 lalu.
Penyidikan KPK tidak berhenti pada lingkaran politisi. Pada hari yang sama, penyidik juga memanggil sejumlah saksi dari berbagai latar belakang yang berbeda, menunjukkan luasnya jangkauan penyelidikan.
Mereka yang dipanggil antara lain seorang ibu rumah tangga berinisial MBD, dua mahasiswa berinisial SH dan SRV, serta seorang dokter berinisial WRA.
Kasus ini sendiri mulai bergulir setelah KPK menerima laporan hasil analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta pengaduan dari masyarakat. Setelah melalui serangkaian telaah, KPK meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan umum sejak Desember 2024.
Sebelum menetapkan tersangka, tim penyidik KPK telah melakukan langkah-langkah strategis, termasuk penggeledahan di dua lokasi vital.
Pada 16 Desember 2024, Gedung Bank Indonesia di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, digeledah, disusul oleh penggeledahan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan pada 19 Desember 2024. Dari lokasi-lokasi tersebut, penyidik mencari alat bukti yang dapat memperkuat konstruksi perkara korupsi ini.
Baca Juga: Belum Tahan Satori dan Hergun Tersangka Kasus CSR BI-OJK, Begini Ancaman Boyamin MAKI ke KPK
Berita Terkait
-
Usai BPKAD, Giliran Dinas Pendidikan Riau Digeledah KPK, Dokumen Apa yang Dicari?
-
KPK Buka Penyelidikan Baru, BPKH Klarifikasi Soal Layanan Kargo Haji
-
Babak Baru Korupsi Petral: Kejagung Buka Penyidikan Periode 2008-2015, Puluhan Saksi Diperiksa
-
Efek Domino OTT Bupati Ponorogo: KPK Lanjut Bidik Dugaan Korupsi Monumen Reog
-
Kasus Baru, KPK Buka Penyelidikan Dugaan Korupsi Pelayanan Haji di BPKH
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali