- Penolakan terhadap Budi Arie bukan sekadar isu, melainkan gerakan serentak dari beberapa DPC Gerindra di daerah seperti Solo, Tulungagung, Sidoarjo, dan Pati
- Kader di daerah memiliki empat alasan utama penolakan: kekhawatiran adanya gerbong politik, kecurigaan motif mencari perlindungan, ketidaksesuaian ideologi, dan faktor historis perjuangan membesarkan partai
- Meskipun penolakan di tingkat bawah sangat kuat, DPP Partai Gerindra menyatakan aspirasi tersebut akan menjadi pertimbangan dan hingga kini belum ada keputusan final dari Ketua Umum Prabowo Subianto
Suara.com - Wacana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke dalam Partai Gerindra memicu gelombang penolakan keras dari internal partai di berbagai daerah. Suara-suara lantang dari para kader di tingkat bawah ini bahkan telah sampai ke telinga Ketua Umum sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Meski elite partai di Jakarta menyebutnya sebagai dinamika politik biasa, penolakan ini bukanlah tanpa alasan. Para pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) secara terbuka membeberkan sejumlah fakta dan kekhawatiran yang mendasari sikap tegas mereka.
Ketua DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa aspirasi dari bawah ini akan menjadi catatan penting bagi pimpinan pusat.
"Pasti dong (akan dipertimbangkan adanya suara penolakan untuk Budi Arie gabung)," kata Prasetyo di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta di balik penolakan kader Gerindra terhadap Budi Arie:
1. Khawatir Bawa 'Gerbong' dan Timbulkan Masalah Internal
Kekhawatiran utama datang dari Solo. Ketua DPC Gerindra Kota Solo, Ardianto Kuswinarno, cemas jika Budi Arie masuk dengan membawa gerbongnya sendiri dan berpotensi menciptakan miskomunikasi serta tuntutan khusus yang bisa mengganggu soliditas partai.
"Di sini Gerindra kan sudah punya AD/ART sendiri. Terus kalau beliau masuk dan merasa 'aku sebagai orang nomor 1 di Projo, saya minta sesuatu'. Itu kan nanti membuat masalah di Gerindra tidak enak," ungkap Ardianto, Selasa (11/11/2025).
Baginya, Gerindra sudah memiliki banyak kader mumpuni yang loyal.
Baca Juga: Prabowo Dengar, Alasan Kader Gerindra Menjerit Tolak Budi Arie
2. Dicurigai Hanya Ingin Mencari Perlindungan
Motivasi Budi Arie untuk bergabung juga dipertanyakan. Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Ahmad Baharudin, melontarkan tudingan tajam bahwa Budi Arie hanya ingin menjadikan Gerindra sebagai tameng atau tempat berlindung.
"Karena dia ingin berlindung di Gerindra sebagai partainya presiden," kata Baharudin.
Pernyataan ini menyiratkan adanya keraguan atas ketulusan Budi Arie untuk berjuang bersama partai.
3. Dianggap Tidak Sejalan dengan Ideologi Partai
Penolakan juga datang dari Sidoarjo dengan landasan ideologis. Ketua DPC Gerindra Sidoarjo, Mimik Idayana, secara tegas meminta Prabowo menolak Budi Arie karena dianggap tidak cocok dengan napas perjuangan partai yang nasionalis dan religius.
"Mengingat Partai Gerinda partai politik yang nasionalis dan religius, tidak cocok untuk Budi Arie yang telah melakukan perbuat tercela dan merugikan bangsa rakyat Indonesia," ujar Mimik dalam pernyataannya.
Berita Terkait
-
Prabowo Dengar, Alasan Kader Gerindra Menjerit Tolak Budi Arie
-
Polemik Internal Gerindra: Dasco Sebut Penolakan Budi Arie Dinamika Politik Biasa
-
Prabowo Sudah Dengar Gerindra di Sejumlah Daerah Tolak Budi Arie Gabung, Suara Bakal Dipertimbangkan
-
Gerindra Tagih Pramono Anggaran Perbaikan SDN 01 Pulau Harapan: Jangan Cuma Janji!
-
Panggil Dasco 'Don Si Kancil', Prabowo Ingatkan Kader: Manusia Mati Meninggalkan Nama
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat
-
AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
-
Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur
-
H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur
-
Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan
-
Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon
-
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Kematian, Negara Miskin Paling Terdampak
-
Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen
-
Prabowo Bertemu Kaisar Naruhito di Tokyo, Sinyal Kuat Kemitraan Indonesia-Jepang