- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa program SMK Go Global berpotensi memberikan dampak besar dalam menurunkan angka pengangguran
- Mukhtarudin memaparkan capaian penempatan pekerja migran dalam dua tahun terakhir, yang menurutnya menunjukkan tren positif
- Ia menyebut jika program SMK Go Global mampu mencapai target penempatan 500 ribu hingga 1 juta pekerja
Suara.com - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa program SMK Go Global berpotensi memberikan dampak besar dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia.
Program yang ditargetkan mampu memberangkatkan hingga 500 ribu pekerja migran pada 2026 dinilai sebagai terobosan untuk memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional.
Mukhtarudin memaparkan capaian penempatan pekerja migran dalam dua tahun terakhir, yang menurutnya menunjukkan tren positif.
Pada 2024, Indonesia berhasil menempatkan sekitar 297 ribu pekerja migran ke berbagai negara. Sementara pada tahun berjalan, angka penempatan telah mencapai 230 ribu, mendekati target 259 ribu.
“Tahun ini kita sudah mencapai 230 ribuan yang sudah ditempatkan, target kita 259 ribu, jadi ada kurang lebih 17 ribu lagi yang masih kita kejar,” ujar Mukhtarudin ditemui usai rapat tingkat menteri di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Ia menyebut jika program SMK Go Global mampu mencapai target penempatan 500 ribu hingga 1 juta pekerja, dampaknya terhadap penurunan pengangguran akan sangat besar.
Namun, ia menekankan bahwa capaian itu bergantung pada kemampuan Indonesia menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
"Kalau target (SMK Go Global) 500 ribu sampai 1 juta, maka tentu sangat besar pengaruhnya terhadap pengangguran kita," ujarnya.
Mukhtarudin menambahkan bahwa pemerintah mendorong penguatan kompetensi tenaga kerja di sektor-sektor profesional, termasuk kategori middle skill dan high skill, sesuai standar negara-negara penempatan. Langkah ini dilakukan agar tenaga kerja Indonesia semakin kompetitif dan dapat menembus lebih banyak pasar global.
Baca Juga: Menteri P2MI: Ada 352 Ribu Lowongan Kerja di Luar Negeri, Baru 20 Persen WNI yang Lamar
Kendati diberi nama SMK Go Global, pemerintah tetap membuka program tersebut untuk lulusan SMA asalkan yang telah memiliki sertifikasi keahlian tertentu.
Mukhtarudin menjelaskan kalau melalui program itu, pemerintah akan menyubsidi biaya keseluruhan persiapan oara calin pekerja migran. Biaya itu meliputi pelatihan skill, cek kesehatan, hingga pengurusan dokumen.
Berita Terkait
-
Menteri P2MI: Ada 352 Ribu Lowongan Kerja di Luar Negeri, Baru 20 Persen WNI yang Lamar
-
Lulusan SMK Tahun Berapa Pun Bisa Ikut Program Kerja ke Luar Negeri, Bagaimana Cara Daftarnya?
-
Mau Kirim 500 Ribu Pekerja ke Luar Negeri, Pemerintah Siapkan Anggaran hingga Rp25 T, Buat Apa Saja?
-
Jurus Baru Prabowo: Ubah Bonus Demografi RI Jadi Solusi Global di Negara 'Aging Society'
-
Program SMK Go Global Dimulai Akhir Tahun, Pemerintah Kirim Lulusan SMA/SMK Kerja ke Luar Negeri
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Presiden Masoud Pezeshkian: Iran Siap Berdamai Akhiri Perang
-
Pelipur Lara! Gubernur Pramono Kurban Sapi 1,1 Ton untuk Korban Kebakaran Tamansari
-
Bulog Maknai Iduladha 1447 H, Teguhkan Semangat Kurban untuk Ketahanan Pangan Umat
-
Gus Yaqut Tak Bisa Makan Santan karena Gerd, Sang Istri Bawakan Tempe ke Rutan KPK
-
Saling Kenal dan Mabuk, Ini Motif Selebgram Brunei Woodyrman Hantam Rekannya hingga Tewas
-
Istri Ungkap Gus Yaqut Tak Pernah Cerita Kasus Haji ke Keluarga: Biar Sama Lawyer Saja
-
Lebaran Pilu di Penjara, Istri Gus Yaqut Curhat Kondisi Suaminya: Sakit Rasanya...
-
Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!
-
Noel Ebenezer Curhat ke Istri Ingin Cepat-Cepat Divonis
-
Soal Sapi Kurban dari APBN, Gerindra: Bantuan Kemasyarakatan, Tidak Ada Aturan yang Dilanggar