Suara.com - Hendra, warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan BPJS Keliling yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan. Melalui layanan ini, ia tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Kantor Cabang Soreang hanya untuk mengurus keperluan administrasi. Salah satu layanan yang ia manfaatkan adalah pengurusan perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang kini bisa dilakukan dengan mudah dan cepat di lokasi BPJS Keliling.
“Sebelumnya saya berpikir harus datang langsung ke Kantor BPJS Kesehatan di Soreang untuk mengurus pindah fasilitas kesehatan (faskes). Perjalanan ke sana cukup jauh dan butuh waktu hampir setengah hari. Tapi setelah tahu ada BPJS Keliling yang datang ke Rancaekek, saya langsung memanfaatkan kesempatan itu. Ternyata prosesnya cepat dan petugasnya sangat membantu,” ungkap Hendra saat ditemui di lokasi kegiatan BPJS Keliling beberapa waktu lalu (3/11/2025).
Layanan BPJS Keliling adalah bentuk inovasi pelayanan jemput bola yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk mendekatkan akses administrasi kepada peserta. Melalui mobil layanan yang beroperasi secara bergilir di berbagai kecamatan, masyarakat dapat melakukan berbagai kebutuhan administrasi seperti pendaftaran peserta baru, perubahan data, cetak kartu, hingga penggantian faskes tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Hendra menyatakan awalnya mengetahui informasi tentang BPJS Keliling dari pengumuman yang dibagikan perangkat desa melalui grup WhatsApp warga. Ia pun datang lebih pagi untuk menghindari antrean.
“Saya kira bakal ramai dan lama seperti di kantor cabang, tapi ternyata tidak. Petugasnya sigap dan prosesnya lancar. Tidak sampai 15 menit, urusan pindah faskes saya selesai,” ujarnya.
Menurut Hendra, kehadiran BPJS Keliling sangat membantu masyarakat yang sibuk bekerja atau tinggal jauh dari kantor BPJS Kesehatan. Ia merasa program ini sangat mempermudah dan menunjukkan komitmen BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kepada peserta.
“Kalau harus ke Soreang, saya butuh waktu dan biaya transportasi yang tidak sedikit. Dengan adanya BPJS Keliling di Rancaekek, semuanya jadi lebih efisien,” katanya.
Selain mengurus perpindahan fasikes, Hendra juga sempat berkonsultasi dengan petugas mengenai berbagai layanan digital BPJS Kesehatan, termasuk penggunaan aplikasi Mobile JKN. Dari penjelasan petugas, ia mengetahui bahwa banyak urusan administrasi kini bisa dilakukan secara daring, seperti pengecekan status kepesertaan, ubah data, hingga pembayaran iuran.
“Petugasnya menjelaskan dengan sabar dan jelas. Saya jadi tahu kalau banyak hal sebenarnya bisa dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN, tapi tetap saja kehadiran BPJS Keliling sangat penting karena masih banyak warga yang belum terbiasa dengan layanan digital,” tambahnya.
Baca Juga: Di Mata Sang Penambal Ban Asal Pati Ini, JKN Telah Menjadi Penyelamat Hidupnya
Hendra juga merasa puas dengan keramahan dan pelayanan petugas BPJS Kesehatan yang bertugas di lapangan. Ia menilai kehadiran layanan keliling ini membuat masyarakat merasa lebih diperhatikan dan terlayani tanpa perlu repot datang ke kantor cabang.
“Saya mengapresiasi upaya BPJS Kesehatan yang turun langsung ke masyarakat. Dengan begini, peserta seperti saya bisa mendapatkan pelayanan yang sama tanpa harus jauh-jauh,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan BPJS Keliling dapat terus dilaksanakan secara rutin di Rancaekek dan wilayah sekitar agar masyarakat lainnya juga dapat merasakan kemudahan serupa. Hendra meyakini bahwa inovasi seperti ini menjadi wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh peserta Program JKN, sekaligus memastikan tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk kesulitan mengurus administrasi kepesertaan tanpa perlu mendatangi kantor cabang BPJS Kesehatan.***
Berita Terkait
-
Di Mata Sang Penambal Ban Asal Pati Ini, JKN Telah Menjadi Penyelamat Hidupnya
-
Dari Jalan Cepat hingga Fashion Show, Begini Cara Seru Peserta BPJS Jaga Kesehatan
-
BPJS Kesehatan Luncurkan Gerak Sehat Prolanis: Dorong Masyarakat Aktif Cegah Penyakit Kronis
-
BPJS Kesehatan Apresiasi 110 Badan Usaha Lewat Penghargaan Satya JKN Award 2025
-
BPJS Kesehatan Boyong Golden Trophy 2025, GRC Jadi Kunci Layanan
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
DPR Desak Pemerintah Selesaikan Perbaikan Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Sebelum Lebaran
-
KPK Panggil GM Telkomsel Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin EDC BRI Rp744 Miliar
-
Banjir Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Evakuasi Bayi Pakai Perahu Karet
-
Revitalisasi Taman Semanggi Dimulai, Pramono Target Rampung Jelang HUT ke-500 Jakarta
-
Presiden Tetapkan Kepemimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan Periode 2026-2031
-
Dukung Syiar Islam, Yayasan Muslim Sinar Mas Wakafkan Ribuan Al-Quran ke PBNU
-
Usut Dugaan Korupsi di Lampung Tengah, KPK Panggil Irawan Budi Waskito ke Gedung Merah Putih
-
Modus Tuduhan Ludah Berujung Rampas Motor: Pemuda Sukabumi Dibegal di Jakpus, Rugi Rp18 Juta
-
Tuntutan Rp13,4 Triliun Tak Berdasar? Kerry Adrianto Ungkap Kejanggalan di Persidangan
-
Oknum Guru SLB di Yogyakarta Dipolisikan Atas Dugaan Pelecehan Seksual ke Siswi Sendiri