- Seluruh proses pendaftaran mitra dilakukan secara digital dan terbuka melalui portal resmi BGN.
- BGN telah menetapkan pembatasan teknis terkait jumlah SPPG yang dapat dikelola satu yayasan.
- BGN tidak membatasi siapa saja yang mendirikan fasilitas tersebut selama mengikuti aturan administrasi.
Suara.com - Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pihaknya tidak melihat adanya pelanggaran dalam kepemilikan puluhan dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) oleh Yasika Aulia Rachmadani, anak Wakil Ketua DPRD di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dadan mengatakan bahwa seluruh proses pendaftaran mitra dilakukan secara digital dan terbuka melalui portal resmi BGN.
"Badan Gizi melakukan mekanisme pendaftaran lewat portal mitra.bgn.go.id," kata Dadan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/11/2025).
Dia juga menjelaskan kalau BGN telah menetapkan pembatasan teknis terkait jumlah SPPG yang dapat dikelola satu yayasan.
Untuk wilayah provinsi yang sama, satu yayasan hanya boleh memiliki maksimal 10 SPPG, sementara jika lintas provinsi dibatasi maksimal lima SPPG.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pembangunan SPPG pada dasarnya menjadi investasi bagi pihak swasta, sehingga bukan menggunakan uang negara.
Karena itu, BGN tidak membatasi siapa saja yang mendirikan fasilitas tersebut selama mengikuti aturan administrasi.
"Itu investasi, jadi siapapun yang bangun, Badan Gizi sangat terbantu karena demikian cepat fasilitas terbangun," ujarnya.
Dadan menekankan bahwa keberadaan pihak-pihak yang bersedia membangun SPPG dalam jumlah besar juga dapat membantu percepatan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Arogansi Politik vs Sains: Ahli Gizi Dibungkam di Forum MBG
Kendati pemerintah telah mengalokasikan uang sendiri untuk program MBG, tapi menurutnya, akan membutuhkan waktu lama jika harus membangun semua fasilitas sendiri.
Dadan juga tak menyebut kalau kepemilikan banyak SPPG itu sebagai tindakan monopoli karena pembangunannya menggunakan uang pribadi milik swasta.
"Itu kan bukan uang negara, itu investasi. Jadi siapapun yang mampu membangun, dipersilakan. Dan itu mempercepat program kita. Kalau program yang tidak dibantu oleh berbagai pihak, mau disimpan di mana muka saya? Karena mereka itu yang mempercepat program ini berjalan dengan cepat," ujarnya.
Dadan juga memastikan bahwa proses pendaftaran SPPG saat ini telah ditutup sementara.
BGN kata Dadan, tengah melakukan pemetaan ulang seluruh lokasi untuk memastikan bahwa setiap pihak yang sudah mendaftar benar-benar membangun fasilitas sesuai komitmen.
"Sementara ini yang operasional dan yang mendaftar sudah cukup. Kami sedang melakukan penyisiran lokasi demi lokasi apakah yang mendaftar itu membangun atau tidak. Bagi yang tidak membangun, kami akan gantikan oleh yang lain," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Viral Petugas Selipkan Bonus Rp5 Ribu di Ompreng Siswa, Ketua MBG: Itu Kreativitas
-
BGN: Program MBG Tak Bisa Dikorupsi, Uangnya Tidak akan Keluar
-
Gak Perlu Marah di Grup WA Lagi, Call Centre 127 Siap Tampung Keluhan Soal Program MBG
-
Kisruh Pendanaan Gaji Karyawan SPPG yang Belum Cair, Polemik MBG Jilid II?
-
Arogansi Politik vs Sains: Ahli Gizi Dibungkam di Forum MBG
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus
-
Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem