- Warga menonton guguran debu Semeru di Jembatan Besuk Kobokan, menuai kritik netizen.
- Perilaku warga yang merekam erupsi dianggap ceroboh dan dibandingkan dengan paniknya erupsi Merapi 2010.
- Netizen mengecam kerumunan di jembatan karena dinilai mengabaikan bahaya awan debu Semeru.
“Dan mereka pulang ke rumah dengan bangga akan menceritakan kejadian ini sebagai peristiwa hampir mati bertemu wedus gembel,” tambah @ari****.
“Di video dokumenter erupsi Merapi 2010, orang-orang termasuk relawan keliatan banget paniknya pas ada luncuran awan panas. Lha ini malah jadi tontonan. Apa awan panasnya Semeru nggak seganas Merapi? Atau emang orang-orang itu pada punya ilmu kebal? Wkwkwk,” tulis @sho****.
Komentar-komentar tersebut menggambarkan kekhawatiran bahwa masyarakat kini lebih mementingkan konten viral daripada keselamatan diri.
Jalur Mulai Dibersihkan, Akses Berangsur Normal
Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Jawa Timur–Bali bergerak cepat. Personel dan alat berat diturunkan untuk membersihkan jalan serta memastikan jembatan kembali aman dilalui.
Jalur nasional Lumajang–Malang kini mulai kembali normal, meski pemerintah tetap mengimbau warga untuk tidak mendekati aliran Besuk Kobokan saat aktivitas vulkanik meningkat.
Peristiwa ini kembali memunculkan fenomena yang sering dibicarakan, warga yang lebih memilih mendekat untuk merekam daripada menghindar. Padahal wilayah Besuk Kobokan merupakan salah satu zona yang paling rawan dilalui aliran awan panas Semeru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi