- Keluarga diplomat ADP mendesak Polda Metro Jaya menaikkan status kasus kematian misterius ke tahap penyidikan.
- Fakta baru terungkap: Almarhum check-in hotel bersama wanita berinisial V dan pria berinisial D.
- Keluarga meminta transparansi penuh termasuk membuka semua privasi guna mengungkap penyebab pasti kematian ADP.
Di tengah munculnya detail kehidupan pribadi almarhum, pihak keluarga justru menunjukkan sikap terbuka. Mereka secara tegas meminta agar semua hal yang dianggap "privasi" oleh penyidik dibuka kepada publik.
Keluarga merasa tidak ada lagi yang perlu ditutup-tutupi demi menemukan titik terang penyebab kematian ADP. Sikap tegas ini disampaikan Nicholay, yang menyuarakan keinginan keluarga.
"Kalau ada dikatakan privasi, apa privasinya? Buka saja privasi, tidak perlu ditutup-tutupi, karena ini sudah menjadi rahasia umum," serunya.
"Sehingga kita bisa tahu penyebab kematian itu apa sebenarnya, Keluarga sudah memberitahu kepada kami bahwa buka saja privasi itu. Tidak perlu tutup-tutupi," sambung dia.
Keinginan untuk transparansi ini juga mencakup permintaan agar media massa dilibatkan dalam setiap proses, baik audiensi maupun gelar perkara.
Namun, permintaan ini sempat ditolak oleh pihak kepolisian dengan alasan masih bersifat informasi internal.
Kejanggalan yang Belum Terjawab
Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas secara tidak wajar di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025. Kondisinya saat ditemukan sangat mengenaskan, dengan wajah terbungkus plastik dan lakban.
Sejumlah kejanggalan menyelimuti lokasi kejadian. Meskipun kamar kos menggunakan sistem keamanan smart lock yang akses masuknya terkontrol, tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan atau kekacauan yang signifikan.
Baca Juga: Pengacara Ungkap Arya Daru Pangayunan Check In dengan Wanita V, Minta Kasus Naik Sidik
Hal ini memunculkan spekulasi dan keraguan besar dari pihak keluarga dan publik mengenai narasi bunuh diri yang sempat disimpulkan oleh polisi.
Keraguan ini diperkuat oleh fakta bahwa ADP disebut sedang dalam kondisi bahagia karena akan segera memulai penugasan baru di luar negeri.
Muncul pula dugaan bahwa kematiannya terkait dengan informasi sensitif yang mungkin ia ketahui sebagai seorang diplomat.
Polda Metro Jaya sebelumnya telah mengundang keluarga untuk audiensi guna memberikan penjelasan akhir hasil penyelidikan pada Rabu, namun pihak keluarga berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.
"Ayahanda almarhum, Pak Suharyono, berhalangan karena kondisi kesehatannya dan istrinya juga mengalami sakit dan juga belum stabil, maka mereka tidak bisa hadir," jelas Nicholay.
Berita Terkait
-
Pengacara Ungkap Arya Daru Pangayunan Check In dengan Wanita V, Minta Kasus Naik Sidik
-
Kuasa Hukum Bongkar Fakta Baru: Tiga Sidik Jari di Lakban Arya Daru Dibiarkan Tanpa Analisis
-
Arya Daru 24 Kali Check In Hotel dengan Rekan Kerja, Polisi Didesak Dalami Jejak Vara!
-
Tak Hadir di Audiensi, Keluarga Arya Daru Minta Gelar Perkara Khusus Lewat Kuasa Hukum
-
Polda Metro Jaya Gelar Audiens dengan Keluarga Arya Daru Siang Ini: Ada Temuan Baru?
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital