- Longsor dan banjir bandang memutus akses Danau Maninjau, warga terisolasi dan harus naik perahu untuk keluar kampung.
- Logistik menipis, harga kebutuhan pokok melonjak, dan bantuan pemerintah belum masuk.
- Warga bertahan di pengungsian sambil berharap akses segera dibuka dan bantuan datang.
“Bantuan dari pemerintah daerah nol… belum ada sama sekali,” keluhnya.
Di banyak titik, stok sembako mulai menipis. Toko-toko desa tak lagi mendapat suplai barang, membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam.
“Sedih di kampung, beras dijual mahal, gas mahal, pertalite juga,” ujar warga lain bernama Lusi dari Jorong Pandan.
Tak sedikit keluarga yang kini hanya makan seadanya, nasi sisa, mie instan terakhir, atau sayur hasil kebun yang masih bisa diselamatkan dari lumpur.
Warga Bertahan Tanpa Listrik dan Sinyal
Malam hari terasa lebih panjang bagi warga Maninjau. Tanpa listrik, tanpa sinyal, dan tanpa kepastian kapan bantuan datang.
"Alhamdulillah baru dapat sinyal tadi. Persediaan mulai habis, akses terputus kiri kanan, lampu masih mati. Semoga segera membaik,” tulis Liza.
Banyak warga kini mengandalkan penerangan seadanya, genset yang digunakan bersama ,lampu minyak, lilin, atau api unggun kecil. Pagi harinya, mereka gotong royong menyingkirkan lumpur yang menutup jalan dan pekarangan.
Meski terpukul, warga Danau Maninjau tak berhenti berjuang. Mereka saling berbagi makanan, bergantian memantau jalur yang kemungkinan bisa dilewati, serta ikut mengevakuasi tetangga yang rumahnya tidak lagi layak huni.
Baca Juga: Polri Kerahkan Pesawat CN295 dan Fokker 50 Kirim 6 Ton Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera
Namun seruan yang paling kuat dari mereka semua adalah satu, mereka butuh bantuan. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah dan pusat segera mengirimkan bantuan logistik, memperbaiki jalan dan jembatan yang terputus, serta memulihkan jaringan listrik dan telekomunikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo