- KPK memeriksa intensif mantan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, terkait dugaan korupsi dana iklan Bank BJB 2021-2023.
- Penyidik mendalami pengetahuan Ridwan Kamil mengenai dana non-budgeter ratusan miliar dan konfirmasi aset pribadinya.
- Kasus ini menjerat mantan Dirut Bank BJB, Yuddy Renaldi, karena penggelembungan anggaran iklan untuk dana non-budgeter.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar materi pemeriksaan intensif terhadap mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam pusaran skandal korupsi dana iklan di Bank BJB periode 2021-2023.
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu dicecar penyidik KPK soal pengetahuannya terkait aliran dana gelap hingga asal-usul harta kekayaannya.
Fokus utama penyidik adalah mendalami sejauh mana Ridwan Kamil mengetahui pengelolaan dana non-budgeter di divisi corporate secretary (corsec) Bank BJB.
Dana siluman ini diduga berasal dari penggelembungan anggaran belanja iklan bank pelat merah tersebut yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membeberkan bahwa penyidik tak hanya bertanya soal aliran dana, tetapi juga mengonfirmasi langsung keterkaitan aset-aset milik Ridwan Kamil dengan dana haram tersebut.
“Nah, penyidik mendalami pengetahuan saudara RK terkait dengan anggaran-anggaran non-budgeter tersebut, termasuk penyidik mengkonfirmasi terkait dengan aset-aset yang dimiliki oleh RK apakah terkait juga dengan anggaran non-budgeter,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025).
Tak berhenti di situ, KPK juga 'menguliti' Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ridwan Kamil saat ia masih menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.
Penyidik membandingkan penghasilan resminya dengan kemungkinan adanya sumber-sumber pendapatan lain yang tidak sah.
“Kemudian apakah masih ada aset-aset lain yang belum dilaporkan (di LHKPN), kemudian juga penyidik meminta keterangan terkait dengan penghasilan-penghasilan resmi sebagai Gubernur Jawa Barat saat itu, disandingkan juga dengan apakah ada penghasilan-penghasilan lain di luar penghasilan resmi sebagai Gubernur Jawa Barat,” tutur Budi.
Baca Juga: Usai Diperiksa KPK, Ridwan Kamil Akui Ada Aliran Uang ke Lisa Mariana: Konteksnya Pemerasan
Setiap jawaban yang diberikan Ridwan Kamil langsung dicocokkan dengan keterangan saksi lain dan bukti-bukti yang telah dikantongi KPK, termasuk aset yang disita dari kediamannya.
Di antara aset sitaan yang paling mencolok adalah satu unit mobil Mercedes Benz yang diduga dibeli dari Presiden Ketiga RI, B.J. Habibie, serta sebuah motor Royal Enfield.
“Sehingga setiap keterangan dari saksi termasuk saudara RK pada hari ini tentu nanti akan kita cocokkan. Apakah sesuai dengan fakta-fakta atau bukti-bukti lainnya,” tandas Budi.
Kasus ini sendiri telah menjerat mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, sebagai tersangka. Ia diduga menjadi otak di balik skema korupsi yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
“Rp222 miliar tersebut digunakan sebagai dana nonbudgeter oleh BJB,” kata pelaksana harian (Plh) Direktur Penyidikan KPK, Budi Sokmo Wibowo, pada Kamis (13/3/2025).
Modus korupsi ini diduga melibatkan enam agensi periklanan yang ditunjuk secara tidak wajar.
Berita Terkait
-
Usai Diperiksa KPK, Ridwan Kamil Akui Ada Aliran Uang ke Lisa Mariana: Konteksnya Pemerasan
-
Ridwan Kamil Diperiksa 6 Jam di KPK Terkait Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB
-
Bantah Nikmati Uang Haram BJB, Ridwan Kamil: Mercy dan Moge Murni Uang Pribadi
-
Kelar Diperiksa KPK, Ridwan Kamil Klaim Tak Tahu Soal Korupsi Dana Iklan BJB
-
Hakim PN Jaksel Mentahkan Gugatan Praperadilan Buronan E-KTP Paulus Tannos, Ini Penjelasannya
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi