- Pemerintah memfasilitasi perpanjangan batas akhir pelunasan biaya haji tahun 2026 bagi calon jemaah terdampak banjir.
- Relaksasi pelunasan khusus berlaku bagi calon jemaah haji yang berasal dari provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
- Selain pelunasan, Kementerian Haji dan Umrah juga menunda proses seleksi petugas haji 2026 di tiga provinsi tersebut.
Suara.com - Pemerintah memberikan relaksasi bagi calon jemaah dari tiga provinsi terdampak banjir Sumatra, untuk melakukan pelunasan biaya haji 2026.
Kementerian Haji dan Umrah akan memperpanjang waktu pelunasan bagi calon jemaah haji asal Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Kan seharusnya tuntas di pelunasan pembayaran haji itu di bulan Desember ini, tanggal 24. Tapi karena ada musibah di tiga daerah ini, kita relaksasi, kita bisa extend, kita bisa perpanjang," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Meski ada perpanjangan waktu pelunasan, Dahnil menegaskan syarat dan ketentuan pelunasan tetap normal, tidak ada yang diubah.
"Maksudnya normal seperti yang saat ini berlaku tapi waktunya kita perpanjang, begitu saja," kata Dahnil.
Bukan cuma menambah waktu pelunasan, imbas bencana banjir di Sumatra, pemerintah turut menunda proses seleksi petugas haji 2026 di tiga provinsi yamg terdampak.
"Jadi untuk daerah Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat itu kita tunda proses seleksinya sampai dengan waktu yang belum kita tentukan," kata Dahnil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Bahas Kereta Listrik, Mahasiswa: Jangan Sampai Cuma Pindah Beban Karbon ke Kementerian Sebelah
-
Ironi Harta Miliaran Bupati Pati dan Walkot Madiun: Sama-sama Terjaring OTT KPK, Siapa Paling Kaya?
-
Komisi A DPRD DKI Soroti 'Timing' Modifikasi Cuaca Jakarta: Jangan Sampai Buang Anggaran!
-
Pakai Jaket Biru dan Topi Hitam, Wali Kota Madiun Maidi Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
-
Horor di Serang! Makam 7 Tahun Dibongkar, Tengkorak Jenazah Raib Misterius
-
Kubu Nadiem akan Laporkan 3 Saksi ke KPK, Diduga Terima Duit Panas Chromebook, Siapa Mereka?
-
Wajah Baru Kolong Tol Angke: Usulan Pelaku Tawuran Disulap Jadi Skate Park Keren
-
Deretan 'Dosa' Bupati Pati Sudewo: Tantang Warga, Pajak 250 Persen, Kini Kena OTT KPK
-
Stop 'Main Aman', Legislator Gerindra Desak Negara Akhiri Konflik Agraria Permanen
-
Detik-detik Mencekam Polisi Rebut Kaki Ibu dari Cengkeraman Buaya 3 Meter di Tarakan