- Pemerintah luncurkan fitur e-Audit dalam e-Katalog untuk cegah korupsi.
- Fitur ini berfungsi sebagai peringatan dini untuk deteksi penyimpangan lebih cepat.
- Sistem dapat melacak anomali transaksi hingga pola negosiasi yang tidak wajar.
Suara.com - Pemerintah resmi meluncurkan fitur e-Audit yang terintegrasi dalam e-Katalog versi 6. Sistem ini dirancang sebagai peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, menyatakan bahwa fitur ini diharapkan menjadi alat kontrol baru yang dapat menekan celah bagi oknum yang mencoba bermain dalam proses belanja pemerintah.
"Fitur ini dibuat untuk Early Warning System. Artinya, kita berharap red flag-red flag itu sudah diketahui duluan," kata Joko di Balai Kota Yogyakarta, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, meskipun niat dan lingkungan tetap menjadi faktor penentu korupsi, kecepatan deteksi kini menjadi keunggulan. Sistem ini mampu mengidentifikasi anomali, seperti barang yang tiba-tiba muncul di katalog, langsung dibeli, lalu menghilang lagi.
"Dengan adanya fitur-fitur di versi 6 ini, orang akan berpikir tiga empat kali untuk mencoba melakukan tindak pidana korupsi," tegasnya.
Ruang Gerak Semakin Sempit
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh, menambahkan bahwa ruang bermain bagi para pelaku kini semakin sempit. Ia optimistis sistem ini akan memudahkan penindakan sejak tahap awal.
"Ini sebenarnya juga peringatan pada orang-orang yang mau coba-coba lagi, karena lubang untuk berbuat curang sudah semakin sempit," ucap Ateh.
Sementara itu, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sarah Sadiqa, menjelaskan bahwa fitur ini bekerja dengan menganalisis data transaksi, termasuk pola negosiasi yang tidak wajar.
Baca Juga: KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Eks Wamenaker Noel
"Seluruh proses negosiasi kini terekam otomatis, sehingga memudahkan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) untuk langsung melakukan analisis dini," ungkap Sarah.
Ia menegaskan bahwa manfaat maksimal dari e-Audit baru akan tercapai jika digunakan secara konsisten oleh para pengawas di kementerian maupun pemerintah daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Menitipkan Lansia di Daycare Bukan Berarti Membuang, Melainkan Merawat Kewarasannya
-
IHSG Ambruk ke Level 6.200 Pagi Ini, Cek Saham Migas
-
Bank Jago Tunjukkan Kekuatan Bank Digital, Aset Tembus Rp41,4 Triliun dan Catat Laba Rp189 Miliar
-
Ulasan Lassie Come-Home: Kisah Kesetiaan Anjing yang Menembus Jarak dan Waktu
-
DPRD DKI Minta Pemprov Kebut Penataan Kabel Semrawut Jakarta, Jangan Tunggu Korban Lagi
-
Oknum Dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Ditangkap karena Nyabu
-
Pre Order di Blibli Tanggal 22 Juli Hingga 13 Agustus, Lihat Kelebihan Samsung Galaxy Z Flip 8
-
Misteri di Kamar Kos Metro: Menguak Tabir Kepergian Mendadak Dokter Muda Zulfikar
-
Museum Bank Indonesia Simpan Uang Antik Hampir 200 Tahun, BI Siapkan Transformasi ke Era Digital
-
Cek Toko On Flagship Store di Blibli Tersedia Banyak Model Terbaru