-
Bencana di Sumatera Utara menyebabkan 338 korban jiwa dan 138 hilang per 10 Desember 2025, menambah total 969 korban di tiga provinsi Sumatera.
-
MyFundAction mendirikan dapur umum di Sipirok, Tapsel, menyediakan 2.718 porsi makanan hangat bagi 302 jiwa di tengah akses sulit.
-
Pemerintah berjanji rehabilitasi infrastruktur, sementara kerusakan ekologis disorot sebagai faktor utama kerentanan bencana.
Suara.com - Duka mendalam masih menyelimuti Pulau Sumatera di penghujung tahun 2025 ini. Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencatatkan angka korban jiwa yang memilukan.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 10 Desember 2025 mencatat total korban meninggal dunia di tiga provinsi tersebut mencapai 969 jiwa.
Khusus di Sumatera Utara, angka kematian tercatat sebanyak 338 jiwa, dengan 138 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan segera.
Di tengah situasi krisis dan lumpuhnya fasilitas umum, peran masyarakat sipil menjadi oase bagi para penyintas. Tim respon cepat MyFundAction menjadi salah satu yang terdepan menembus lokasi isolasi.
Sejak awal Desember, mereka memfokuskan aksi kemanusiaan di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), salah satu titik terparah yang dihantam bencana.
Menyadari sulitnya akses pangan akibat infrastruktur yang rusak dan listrik yang padam, tim ini mendirikan Dapur Umum yang beroperasi penuh dari tanggal 6 hingga 8 Desember 2025.
Project Coordinator for Disaster MyFundAction, Isfi, menjelaskan bahwa intervensi gizi menjadi prioritas utama. Dalam tiga hari, mereka berhasil menyalurkan 2.718 porsi makanan hangat kepada 302 jiwa, mencakup anak-anak, lansia, hingga ibu hamil.
Tak hanya itu, 60 paket daging siap saji juga didistribusikan untuk warga yang bertahan di rumah.
"Pada fase awal bencana, makanan hangat adalah kebutuhan paling krusial. Banyak keluarga tidak bisa memasak karena dapur mereka terendam atau aliran listrik terputus,” ujar Isfi, dalam pesan yang diterima, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga: Isu Kesepakatan AS-Indonesia Batal Imbas Langgar Janji, Kemenko Perekonomian Klarifikasi
Aksi ini dilakukan lewat kolaborasi erat dengan Asar Humanity, BPBD Tapanuli Selatan, dan aparat desa setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran hingga ke dusun-dusun terisolir.
Skala kerusakan yang masif memaksa pemerintah pusat turun tangan langsung. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen negara untuk tidak membiarkan warga Sumatera berjuang sendirian. Fokus utama pemerintah saat ini adalah perbaikan infrastruktur vital dan ketahanan pangan pascabencana.
"Tadi kita laporkan bendungan-bendungan juga banyak yang jebol, tapi kami akan segera memperbaiki. Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi," tegas Presiden Prabowo.
Janji rehabilitasi ini menjadi angin segar bagi petani yang lahan pencahariannya tersapu banjir.
Di sisi lain, momen emosional sempat terjadi saat Kepala BNPB, Suharyanto, meninjau lokasi di Tapanuli Selatan. Ia mengaku terkejut melihat dampak kerusakan yang jauh lebih besar dari laporan awal, hingga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan.
“Pak, saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati,” ungkap Suharyanto.
Berita Terkait
-
Isu Kesepakatan AS-Indonesia Batal Imbas Langgar Janji, Kemenko Perekonomian Klarifikasi
-
Rantai Pasok Indonesia dalam Bayang Bencana Alam: Pelajaran dari Aceh dan Sumatera
-
Anggota DPR Sindir Donasi Relawan: Baru 10 Miliar, Negara Sudah Triliunan
-
Kementan Minta Publik Kawal Ketat Bantuan Beras 1.200 Ton Senilai Rp16 Miliar untuk Sumatra
-
PT Tusam Hutani Lestari Punya Siapa? Menguasai Lahan Hutan Aceh Sejak Era Soeharto
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123