- Upaya Roy Suryo dan dua tersangka lain menggugurkan status tersangka ijazah palsu Jokowi di Polda Metro Jaya gagal.
- Polda Metro Jaya menunjukkan bukti fisik ijazah asli Jokowi dan hasil investigasi mendalam dalam gelar perkara tersebut.
- Tersangka kini hanya dapat menempuh jalur hukum praperadilan untuk menguji sah atau tidaknya penetapan tersangka.
Suara.com - Upaya pakar telematika Roy Suryo bersama dua tersangka lainnya, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma, untuk menggugurkan status hukum mereka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui jalan buntu.
Polda Metro Jaya secara tegas menyatakan status tersangka ketiganya tidak berubah setelah melalui proses gelar perkara khusus yang alot.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menegaskan, pintu bagi para tersangka untuk menguji keabsahan penetapan tersebut kini hanya terbuka melalui mekanisme hukum praperadilan di pengadilan.
"Adapun terhadap penetapan tersangka yang sudah kami lakukan, apabila para tersangka atau kuasa hukum keberatan maka dipersilahkan untuk melakukan pengujian melalui mekanisme pra peradilan sebagaimana yang sudah diatur dalam KUHAP," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Pernyataan ini menjadi penutup dari drama gelar perkara khusus yang diajukan oleh pihak Roy Suryo. Proses ini sendiri berjalan bak maraton selama hampir 12 jam, dimulai pada Senin (15/12) pukul 10.30 WIB dan baru berakhir pada pukul 22.10 WIB.
Untuk menjamin proses berjalan secara akuntabel dan transparan, Polda Metro Jaya turut mengundang sejumlah lembaga pengawas eksternal.
Tidak tanggung-tanggung, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komnas HAM, hingga Komisi Nasional Perempuan hadir untuk memantau langsung jalannya gelar perkara.
"Hal tersebut dilakukan untuk menjamin transparansi profesionalitas dan proporsionalitas," tegas Iman.
Salah satu momen krusial dalam gelar perkara tersebut adalah ketika penyidik membeberkan bukti sentral yang selama ini menjadi pokok perdebatan.
Baca Juga: Gelar Perkara Khusus Rampung, Polisi Tegaskan Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo Cs Tetap Tersangka!
Di hadapan seluruh peserta, termasuk pihak pemohon, penyidik menunjukkan bukti fisik ijazah asli milik Presiden Joko Widodo.
"Sekali lagi, kami sampaikan kepada rekan-rekan bahwa pada kesempatan gelar perkara tersebut, penyidik telah menunjukkan ijazah atas nama Joko Widodo yang diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan UGM," ungkap Iman sebagaimana dilansir Antara.
Lebih dari itu, Iman juga memaparkan skala penyidikan kasus ini yang ternyata sangat masif dan mendalam. Keputusan menetapkan mereka sebagai tersangka tidak diambil secara gegabah, melainkan didasari oleh proses investigasi yang panjang dan komprehensif.
Iman merinci, penyidik telah memeriksa 130 orang saksi, mengamankan 17 jenis barang bukti, dan menyita total 709 dokumen yang dianggap sebagai alat bukti.
Tak hanya itu, untuk memperkuat analisis, penyidik juga telah meminta keterangan dari 22 orang ahli dari berbagai disiplin ilmu.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, telah mengisyaratkan bahwa hasil gelar perkara khusus ini akan diumumkan secara resmi dan transparan kepada publik.
Tag
Berita Terkait
-
Gelar Perkara Khusus Rampung, Polisi Tegaskan Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo Cs Tetap Tersangka!
-
Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN, 15 Tersangka Segera Disidang!
-
Kubu Roy Suryo Ungkap Detik-detik 'Penyusup' Kepergok Masuk Ruang Gelar Perkara Kasus Ijazah Jokowi
-
Terpopuler: Isi Amplop Ijazah Jokowi Terkuak, Firasat Shio Ular Terbukti!
-
Banyak Terjebak Praktik Ilegal, KemenPPPA: Korban Kekerasan Seksual Sulit Akses Aborsi Aman
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Kronologi Habib Bahar Jadi Tersangka: Dijerat Pasal Berlapis, Dijadwalkan Diperiksa 4 Februari
-
Berawal dari Ingin Salaman, Anggota Banser Diduga Dikeroyok: Habib Bahar Kini Resmi Jadi Tersangka
-
Teriakan Histeris di Sungai Tamiang: 7 Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Aceh
-
Industri Kesehatan 2026: Ketika Kualitas Jadi Satu-Satunya Alasan Pasien Untuk Bertahan
-
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
-
Polri Akan Terbitkan Red Notice Buron Kasus Chromebook Jurist Tan, Lokasinya Sudah Dipetakan
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza