- Pakar telematika Roy Suryo menyatakan dokumen ijazah Presiden Jokowi palsu berdasarkan kualitas foto yang terlalu tajam era 1985.
- Akses pemeriksaan fisik dokumen ijazah sangat dibatasi, bahkan tidak diperbolehkan menyentuh dokumen tersebut oleh penyidik.
- Roy Suryo mengungkapkan klaim Jokowi tidak melaporkan individu berbeda dengan Laporan Polisi yang menyebutkan lima nama.
Suara.com - Pakar telematika Roy Suryo membeberkan sejumlah temuan krusial usai menghadiri gelar perkara khusus terkait kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Dalam perbincangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Roy menegaskan bahwa proses tersebut justru menjadi titik balik yang mengungkap banyak kejanggalan, baik dari sisi fisik dokumen maupun prosedur hukum.
Roy menyatakan tetap pada keyakinannya bahwa dokumen yang diperlihatkan oleh penyidik bukan merupakan dokumen asli peninggalan tahun 1985.
Ia menyoroti kualitas cetakan foto yang dinilainya mustahil diproduksi pada era tersebut.
“Begitu lihat kemarin ketika gelar perkara khusus, saya langsung bilang, ‘Enggak, tetap palsu’. Di hadapan penyidik saya bilang tetap palsu. Itu terlalu jelas untuk sebuah pasfoto tahun 85. Sangat amat terlalu tajam untuk kualitas cetak 40 tahun yang lalu,” ujar Roy Suryo, dikutip Jumat (19/12/2025).
Lebih lanjut, Roy mengungkapkan kekecewaannya karena akses pemeriksaan fisik dokumen sangat dibatasi.
“Jangankan meraba atau kemudian memeriksa, menyentuh saja enggak boleh. Kita tidak bisa lihat kertasnya sebenarnya tipis atau tebal. Padahal kalau ijazah itu seharusnya agak tebal,” tambahnya.
Selain persoalan fisik, Roy Suryo membongkar apa yang ia sebut sebagai kebohongan terkait Laporan Polisi (LP).
Ia menyebut klaim Presiden yang mengatakan tidak melaporkan individu tidak sesuai dengan dokumen yang ia lihat di Mabes Polri.
Baca Juga: Terpopuler: Awal Mula Ijazah Jokowi Dituduh Palsu, Artis AK Terseret Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil
“Ternyata Jokowi itu kalau ditanya, ‘Saya enggak melaporkan orang, saya hanya melaporkan peristiwa’, itu ternyata bohong, Mas. Karena dalam laporan LP tanggal 30 April itu jelas betul sudah disebutkan lima orang itu, saya, Rismon, Dr. Tifa, Eggi Sudjana, dan Bu Kurnia. Enam pasal yang jahat itu semuanya sudah ditulis di situ,” ungkapnya.
Meski kini berstatus tersangka dan menghadapi pasal-pasal berat dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Roy menegaskan tidak akan menyerah dan siap menempuh jalur hukum yang panjang.
“Kasus ini kan mau main pendek, mau main panjang, ayo kita layani. Kalau kata Jokowi kan ‘tak layani’ ya, ini juga kita layani. Kita tidak akan mundur setapak, tidak akan bergeser sejari,” pungkas Roy dengan tegas.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
-
Terpopuler: Awal Mula Ijazah Jokowi Dituduh Palsu, Artis AK Terseret Isu Perselingkuhan Ridwan Kamil
-
Bagaimana Awal Mula Ijazah Jokowi Dituduh Palsu?
-
Upaya Roy Suryo cs Mentah di Polda Metro Jaya, Status Tersangka Ijazah Jokowi Final?
-
Gelar Perkara Khusus Rampung, Polisi Tegaskan Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo Cs Tetap Tersangka!
-
Kubu Roy Suryo Ungkap Detik-detik 'Penyusup' Kepergok Masuk Ruang Gelar Perkara Kasus Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT