- Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada Selasa (23/12/2025) membahas pengesahan empat Raperda, namun sempat tertunda karena kendala kuorum anggota.
- Ketegangan sidang muncul akibat interupsi anggota PSI yang menuntut kuorum dua pertiga fisik sebelum pengesahan Raperda dimulai.
- Empat Raperda, termasuk Perubahan Badan Hukum PAM Jaya, akhirnya disahkan meskipun Raperda PAM Jaya mendapat 11 penolakan suara.
Suara.com - Gelaran Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang mengagendakan pengesahan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada Selasa (23/12/2025) berlangsung dengan atmosfer cukup tegang dan alot.
Agenda yang sedianya dijadwalkan pukul 13.00 WIB ini sempat tertunda cukup lama dan baru bisa dibuka secara resmi sekitar pukul 14.00 WIB akibat kendala kehadiran peserta.
Jalannya sidang kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, didampingi jajaran pimpinan lainnya, yakni Basri Baco, Ima Mahdiah, dan Wibi Andrino.
Empat jenis Raperda yang disahkan meliputi Penyelenggaraan Pendidikan, Jaringan Utilitas, Kawasan Tanpa Rokok, dan Perubahan Badan Hukum PAM Jaya.
Ketegangan bermula tak lama setelah pimpinan rapat membacakan agenda, ketika interupsi lantang tiba-tiba terdengar dari anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bun Joi Phiau.
Bun secara tegas menuntut agar rapat baru dapat dilaksanakan apabila kehadiran fisik anggota dewan telah memenuhi syarat kuorum dua pertiga atau setara 72 dari 106 orang.
“Sesuai aturan, harus dua pertiga kuorum kehadiran fisik agar rapat paripurna sah digelar,” katanya saat interupsi.
Merespons hal tersebut, Rany selaku pimpinan rapat memilih tetap membiarkan agenda bergulir sembari menanti kehadiran anggota dewan lainnya agar kuorum terpenuhi.
“Baru 69 orang yang hadir, tetapi ada beberapa yang sedang di perjalanan. Sehingga rapat tetap kita mulai sambil menunggu kehadiran teman-teman yang sedang menuju ke sini,” kata Rany.
Baca Juga: Kaleidoskop Jakarta 2025: Wajah Baru DKJ, Amukan Si Jago Merah, hingga Banjir Tetap Jadi Langganan
Situasi makin memanas usai pidato Ketua Bapemperda Abdul Aziz. Rany akhirnya memutuskan untuk melakukan skors selama lima menit karena jumlah peserta rapat belum juga memenuhi syarat.
Selama masa skors tersebut, hujan interupsi tak terelakkan dari berbagai fraksi yang menyoroti Raperda Perubahan Badan Hukum PAM Jaya karena kekhawatiran adanya celah privatisasi.
Suasana berangsur kondusif setelah Rany memastikan tingkat kehadiran telah memenuhi syarat kuorum, sehingga pengambilan keputusan strategis akhirnya dapat dilaksanakan.
“Karena sudah memenuhi kuorum, skors saya cabut. Rapat dilanjutkan dengan pengambilan suara anggota dewan terhadap pengesahan keempat Raperda,” ucap Rany.
Proses pemungutan suara berjalan cukup dinamis, khususnya pada poin Raperda PAM Jaya yang menuai penolakan dari 11 anggota dewan dari total 75 orang yang hadir secara fisik.
Sementara itu, terkait Raperda Penyelenggaraan Pendidikan, Jaringan Utilitas, dan Kawasan Tanpa Rokok, pemungutan suara berlangsung kondusif karena seluruh fraksi menyetujui pengesahannya.
Berita Terkait
-
Kaleidoskop Jakarta 2025: Wajah Baru DKJ, Amukan Si Jago Merah, hingga Banjir Tetap Jadi Langganan
-
Pramono Anung Umumkan UMP Jakarta Besok: Mudah-Mudahan Nggak Ada yang Mogok Kerja!
-
Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Natal 24-25 Desember, Ini Jadwalnya
-
Persiapan Gereja Katedral Jakarta Jelang Natal 2025
-
Rawan Roboh Selama Cuaca Ekstrem, Satpol PP DKI Jakarta Tertibkan 16 Reklame Berbahaya
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas