- Menteri PPPA meminta PT KAI menambah permainan kearifan lokal dan informasi *hotline* kekerasan di Stasiun Tugu Yogyakarta.
- Permintaan tersebut disampaikan Menteri Arifah saat meninjau Stasiun Tugu pada momentum Nataru, Jumat (26/12/2026).
- KAI berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut serta telah menyediakan berbagai fasilitas perlindungan bagi penumpang.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, meminta PT KAI untuk menambah permainan anak berbasis kearifan lokal di Stasiun Tugu Yogyakarta.
Tak hanya itu, ia turut meminta Stasiun Tugu Yogyakarta menambah penyampaian informasi hotline pengaduan terkait kekerasan dan pelecehan seksual.
Hal itu disampaikan Arifah saat meninjau Stasiun Tugu Yogyakarta dalam momen angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Jumat (26/12/2026).
"Catatannya hanya dua, permainan tradisional berbasis kearifan lokal dan informasi-informasi terkait mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Arifah, kepada awak media, Jumat siang.
Arifah menilai secara umum fasilitas dan layanan di Stasiun Tugu Yogyakarta mengalami perkembangan yang signifikan dan semakin ramah bagi perempuan dan anak.
Namun, menurutnya, masih terdapat ruang penguatan agar aspek perlindungan dan edukasi publik bisa berjalan lebih optimal.
Salah satu perhatian Arifah tertuju pada area bermain anak yang telah disediakan di stasiun. Fasilitas tersebut dinilai positif untuk mengurangi kejenuhan anak saat menunggu keberangkatan kereta.
Meski demikian, Arifah mengusulkan agar jenis permainan yang disediakan tidak hanya bersifat modern.
"Hanya saya mengusulkan permainannya ditambah dengan permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal," ucapnya.
Baca Juga: Komunitas Bermain Yogyakarta: Ruang Rehat Gen Z dari Gempuran Dunia Maya
Menurut Arifah, permainan tradisional dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat interaksi antara orang tua dan anak selama berada di ruang publik.
Ia menyebut permainan tradisional dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi penumpang, khususnya keluarga.
Selain soal permainan, Arifah turut menyoroti pentingnya penyediaan informasi yang jelas dan mudah diakses terkait mekanisme pelaporan.
Apabila kemudian terjadi kekerasan atau pelecehan seksual di lingkungan stasiun dan kereta api.
"Kalau ada videotron atau running text, tolong juga disampaikan, bila penumpang ada yang melihat atau mengalami kekerasan atau pelecehan seksual," ujarnya.
Ia menyampaikan, Kementerian PPPA telah menyediakan layanan pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas. Termasuk bagi penumpang yang berada dalam situasi darurat atau tidak memungkinkan untuk berbicara langsung.
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Soroti Vonis 9,5 Tahun Pelaku Kekerasan yang Tewaskan Balita di Medan
-
Menteri PPPA Dorong Penumpang Perempuan Gunakan KAI Female Seat Map Saat Mudik Naik Kereta
-
Ibu-Ibu Korban Bencana Sumatra Masih Syok Tak Percaya Rumah Hilang, Apa Langkah Mendesak Pemerintah?
-
Saat Gen Z Jogja Memilih Debu Lapangan daripada Scroll Tanpa Henti
-
Komunitas Bermain Yogyakarta: Ruang Rehat Gen Z dari Gempuran Dunia Maya
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
-
Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik
-
Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer
-
Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme
-
Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan
-
Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga
-
Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren
-
4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati